Buntut Kader HMI Tewas Tenggelam di Malangke, Mahasiswa Demo Kepala BPBD Luwu Utara

  • Whatsapp

MEDU.ONLINE.LUTRA – Puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar aksi unjuk rasa di perempatan Jl Jenderal Sudirman-Jalan Andi Djemma, Kelurahan Bone, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Kamis 20 Mei 2021.

Mereka menuntut evaluasi terhadap kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara serta menuntut agar Kepala Pelaksana BPBD Luwu Utara Muslim Muchtar dicopot dari jabatannya.

“Copot kepala BPBD Luwu Utara,” teriak orator aksi.

Dalam aksinya, kader HMI membawa bendera organisasi. Mereka juga membawa ban bekas dan menutup sebagian jalan.

Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan berlanjut ke Kantor Bupati Luwu Utara. Mahasiswa menyoroti kinerja BPBD Luwu Utara setelah seorang kader mereka tewas tenggelam. Tepatnya saat memancing di laut Malangke Barat beberapa waktu lalu.

Saat itu kader HMI meminta pertolongan ke BPBD untuk melakukan pencarian namun lambat direspon. Petugas BPBD baru tiba beberapa jam usai laporan masuk.

Korban ditemukan dan dievakuasi oleh warga setempat dengan peralatan seadanya.

Petugas BPBD tiba saat evakuasi selesai, sempat diusir oleh rekan korban karena hanya datang mengambil gambar dokumentasi di rumah korban dan tidak ikut dalam proses evakuasi.

Ketua Komisariat Ilagaligo, Reski, sangat menyayangkan kinerja BPBD Luwu Utara karena dinilai lambat dalam penanganan.

Menurut Reski, saat rekannya diketahui hilang sekitar pukul 18:30 Wita, Pihaknya bergegas melakukan komunikasi ke pihak BPBD tetapi BPBD tidak kunjung datang melakukan pencarian hingga korban ditemukan sendiri oleh masyarakat setempat dengan bantuan jaring (pukat) atau alat seadanya.

“Kami melakukan koordinasi ke pihak BPBD tetapi tidak kunjung datang hingga teman kami ditemukan oleh warga setempat,” kata Reski dalam keterangannya, Minggu 16 Mei 2021.

“Tim BPBD Lutra Hanya tiba di rumah duka tidak ke lokasi kejadian dan ironisnya tim BPBD Lutra hanya 2 orang yang datang ke rumah duka selebihnya tim dari Basarnas Kota Palopo,” tegas Reski. (*)

Pos terkait