Pasca Lebaran Vaksinasi Kembali Dilakukan di 12 Titik

MEDU-ONLINE.PALOPO — Sempat terhenti dikarenakan libur Ramadhan, kegiatan vaksinasi kembali dilakukan Dinas Kesehatan Kota Palopo untuk tahap II untuk dosis II, Senin, 17/11/2021.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Palopo, San Ashari, SKM,M.Kes kepada Palopo Pos menyebutkan, vaksin sebanyak 2.300 dosis kembali disuntikkan kepada tenaga kesehatan, para ASN, serta para guru.

”Jadi untuk sementara kami tak menerima vaksin untuk dosis pertama, namun hanya melayani dosis kedua,” tegas San sapaan akrabnya.

Di hari pertama vaksin setelah libur Lebaran, sebut San Ashari, digelar di 12 titik.

Yakni di SMAN 6 oleh PKM Mungkajang sasarannya guru SMA, di SDN Temmalebba oleh PKM Wara Utara sasarannya guru SD Wilayah Kerja Wara Utara.

Lanjutnya, kantor KPU oleh PKM Wara Selatan sasarannya anggota KPU, Apotik 29 oleh PKM Pontap sasarannya apoteker, SDN 18 Maroangin oleh PKM Maroangin sasarannya guru SD wilayah Maroangin, di kantor BPS oleh PKM Wara Barat sasarannya pegawai BPS, di Kantor Kemenag oleh PKM Wara dan PKM Wisata Padang Lambe sasarannya muballigh dan pegawai Kemenag.

Di SDN Bogar oleh PKM Benteng sasarannya guru SD, SDN Bara oleh PKM Bara Permai sasarannya guru SD, PKM Sendana sasarannya lansia, SDN 5 Salamae oleh PKM Waru Kota sasarannya guru sd, dan KKP Wilayah Kerja Palopo sasarannya guru SD dan calon jamaah haji.

”Di 12 titik ini pemberian vaksin keseluruhan yakni dosis kedua,” sebutnya.

Dikatakannya, mengenai interval pemberian dosis pertama hingga kedua, berjarak dari 14 hari berubah menjadi 28 hari, Itu tidak jadi masalah memang dosisnya seperti itu.

Cuma selama ini diambil waktu yang tercepat, yakni 14 hari, Tapi khusus untuk lansia itu mengambil jarak 28 hari.

Pemberian dosis kedua malah lebih bagus hasilnya jika durasinya lebih lama, tapi jangan melewati 28 hari, untuk penggunaan vaksin Sinovac Covid-19 ini.

“Malah untuk vaksin Covid-19 jenis lainnya, Astrazeneca, interval waktunya 12 minggu,” terangnya.

Kebijakan ini untuk menyamakan interval pemberian dosis kedua bagi lansia. (*)

Pos terkait