MEDIA DUTA, BARRU-Pemerintah Kabupaten Barru menggelar Rapat Koordinasi Kerja Sama Daerah Bunda PAUD, bertempat di Ruang Data Kantor Bupati Barru, Jumat (30/01/2026).
Rapat dipimpin oleh Plt Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Barru dan juga Kepala Bagian Pemerintahan (Dr.Andi Muhammad Batara, S.STP) dan dihadiri perwakilan perangkat daerah terkait serta mitra pemangku kepentingan.
Rapat ini membahas pola dan mekanisme kerja sama program Bunda PAUD dengan berbagai pihak, dengan berpedoman pada Permendagri Nomor 22 Tahun 2020 tentang Tata Cara Kerja Sama Daerah dengan Daerah Lain dan Kerja Sama Daerah dengan Pihak Ketiga.
Dalam pemaparannya, Asisten Administrasi Umum menyampaikan bahwa Bunda PAUD merupakan lembaga yang dibentuk untuk mendukung dan memperkuat program pemerintah, khususnya dalam pemenuhan hak anak dan pembangunan masyarakat. Oleh karena itu, perlu kehati-hatian dalam menempatkan bentuk kerja samanya.
“Kerja sama Bunda PAUD pada prinsipnya adalah bagian dari program pemerintah daerah. Sehingga, meskipun dapat diperkuat dengan dokumen kerja sama untuk efektivitas dan penguatan komitmen, tidak seluruhnya perlu dibawa ke dalam skema formal kerja sama daerah sebagaimana diatur dalam Permendagri,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan, kerja sama yang bersifat koordinasi umum tidak harus dituangkan dalam perjanjian kerja sama, kecuali apabila menyangkut dukungan program perangkat daerah secara spesifik.
Dalam konteks tersebut, penting untuk menetapkan secara jelas perangkat daerah yang menjadi penanggung jawab setiap program.
Rapat juga menghadirkan pemaparan dari mitra Bunda PAUD Indonesia Hebat, yang menjelaskan sejumlah gerakan yang akan dikolaborasikan, antara lain:
• Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan;
• Gerakan 15 Menit Waktu Emas Keluarga, mendorong orang tua meluangkan waktu berkualitas tanpa gawai;
• Gerakan Gemar Makan Ikan, berkolaborasi dengan Dinas Perikanan;
• Gerakan Jumat Hijau PAUD, menanam dan merawat tanaman bersama anak-anak PAUD, melibatkan Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup;
• Penguatan PAUD Holistik Integratif (HI) melalui pendekatan pendidikan, kesehatan, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak.
Perwakilan perangkat daerah yang hadir menyampaikan masukan bahwa sebagian besar program tersebut sejalan dengan program pemerintah daerah yang telah berjalan, sehingga kolaborasi dapat dilakukan melalui sinkronisasi
perencanaan dan penganggaran, tanpa harus membentuk skema kerja sama yang kompleks.
Sebagai tindak lanjut, disepakati bahwa program Bunda PAUD akan dituangkan dalam rencana kerja kolaboratif, yang memuat jenis kegiatan, perangkat daerah pendukung, serta bentuk kontribusi masing-masing pihak, guna memastikan keberlanjutan dan efektivitas pelaksanaan program.
Rapat ditutup dengan harapan agar sinergi lintas sektor yang terbangun dapat semakin memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas, ramah anak, dan berkelanjutan.(Hana)* Humas IKP*






