MEDIA DUTA,BARRU – Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Barru menggelar rapat koordinasi (rakor) persiapan pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 di Ruang Data kantor Bupati Barru, Rabu (25/02/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Pj. Sekretaris Daerah Barru, Abu Bakar, S.Sos., M.Si., yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PHBI Kabupaten Barru. Pertemuan tersebut membahas kesiapan petugas serta skema teknis pelaksanaan Salat Idul Fitri agar berjalan tertib dan khidmat.
Rakor dihadiri perwakilan Ketua Pengadilan Agama Barru, perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru, Kepala Bagian Kesra Setda Barru, unsur perbankan, serta para pengurus masjid.
Dalam arahannya, Pj. Sekda menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Barru menyiapkan tiga opsi lokasi pelaksanaan Salat Idul Fitri. Opsi pertama dipusatkan di Lapangan Sumpang Binangae kab. Barru sebagai lokasi utama bersama pemerintah daerah. Namun, apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan, pelaksanaan akan dialihkan ke masing masing mesjid dan opsi ketiga ke Masjid Agung Nurul Iman dan Masjid Lasinrri
“Melihat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan hingga bulan Maret, kita harus mengantisipasi segala kemungkinan. Karena itu, disiapkan tiga opsi agar pelaksanaan tetap berjalan khidmat dan tertib,” ujarnya.
Apabila Salat Id dipusatkan di lapangan, sekitar 14 hingga 15 masjid di kawasan kota akan diminta untuk tidak menggelar Salat Id atau ditutup guna memaksimalkan pemusatan jamaah di lokasi utama. Namun, jika hujan turun pada malam atau pagi hari pelaksanaan, maka Salat Id akan dilaksanakan di masjid masing-masing dengan menggunakan naskah khutbah seragam yang telah disiapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Dalam rapat tersebut juga mengusulkan agar Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru yang baru dapat diberi amanah sebagai khatib Idul Fitri tahun ini, mengikuti tradisi yang telah berjalan. Sementara itu, penetapan imam dan naib akan dibahas lebih lanjut melalui koordinasi bersama para alim ulama dan pengurus masjid.
Selain membahas lokasi dan petugas, rapat turut menyoroti kesiapan sarana dan prasarana, seperti mimbar, sound system, serta pengaturan durasi pelaksanaan agar tidak berlangsung terlalu lama, terutama apabila cuaca panas.
Pj. Sekda menekankan pentingnya penyampaian sambutan yang santun dan tertib demi menjaga kekhusyukan ibadah.
Di akhir rapat, disepakati bahwa keputusan final akan mempertimbangkan perkembangan informasi prakiraan cuaca dari BMKG, sembari seluruh pihak diminta menyiapkan skenario teknis secara matang.
Pemerintah Kabupaten Barru berharap pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H dapat berjalan lancar, aman, dan membawa semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat.(Hana)*Humas IKP*






