Sinergi Pemkab Barru dan BAZNAS, 5.000 Paket Bantuan Ramadan Disalurkan untuk Warga Kurang Mampu

MEDIA DUTA, BARRU  – Pemerintah Kabupaten Barru bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menyalurkan bantuan logistik Ramadan kepada masyarakat kurang mampu. Sebanyak 5.000 paket bantuan disalurkan kepada warga yang masuk kategori penerima manfaat di wilayah Barru.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Barru, Andi Ina Kartikasari, S.H., M.Si., yang berlangsung di Gedung Islamic Center, Rabu (11/03/2026).

Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi kerja BAZNAS yang setiap tahun konsisten menyalurkan zakat dan infak masyarakat kepada mereka yang membutuhkan. Ia menegaskan bahwa bantuan ini merupakan hasil kepercayaan masyarakat yang menyalurkan zakat melalui BAZNAS.

“Alhamdulillah, apa yang kita niatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan hari ini bisa kita lihat langsung penyalurannya. Ini menjadi tanggung jawab besar bagi BAZNAS untuk memastikan bantuan sampai kepada yang berhak,” ujarnya.

Meski jumlah paket yang disalurkan secara langsung tahun ini berkurang dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 7.000 paket, Bupati menjelaskan bahwa 2.000 penerima lainnya tetap mendapatkan bantuan melalui program pemberdayaan ekonomi.

Program ini diharapkan dapat mengubah status penerima zakat dari mustahiq (penerima) menjadi muzakki (pemberi zakat) di masa mendatang.

“Harapan kita, mereka yang sebelumnya menerima bantuan bisa diberdayakan sehingga suatu saat mereka justru menjadi orang yang menyalurkan zakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti pentingnya ketepatan data penerima bantuan. Ia meminta seluruh camat, lurah, dan kepala desa aktif memperbarui data masyarakat yang masuk dalam program bantuan berbasis P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem), khususnya pada kategori Desil 1 dan Desil 2.

Menurutnya, masih ditemukan di lapangan adanya data yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Ada yang tercatat sebagai Desil 1 atau Desil 2, tetapi di lapangan memiliki rumah bagus bahkan kendaraan. Ini berarti ada hak orang lain yang sebenarnya lebih layak menerima,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan agar penyaluran bantuan sosial tidak dipengaruhi kepentingan politik maupun hubungan keluarga.

“Kalau bicara soal kemanusiaan, tidak boleh ada kepentingan politik atau keluarga yang ikut bermain. Jangan sampai hak orang yang layak justru tertutup,” ujarnya.(Hana)*Humas IKP*

Pos terkait