Ada Kelainan Seks, Mantan Istri Ungkap Kasus Ayah Setubuhi Anak di Walenrang Timur

  • Whatsapp

LUWU – Korban persetubuhan anak yang dilakukan seorang ayah RG (47) dan anak kandungnya UG (18) di Desa Tabah Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan yang dijanjikan akan dibelikan Telepon Seluler (Ponsel) jika melayani ayahnya terus didalami pihak Kepolisian Polsek Walenrang.

Pengakuan korban UG saat diperiksa pihak Kepolisian mengatakan bahwa dirinya pernah diancam bahwa tidak akan dibelikan Ponsel jika tidak menggaulinya selain itu korban juga diancam akan dipukuli jika melaporkan perbuatan ini.

“Dia imingi saya akan dibelikan Ponsel, kalau tidak dilayani tidak akan dibelikan, Ponsel yang dijanjikan sudah ada, dia juga mengancam saya akan memukulinya kalau melaporkan hal ini,” kata UG saat dimintai keterangan oleh penyidik di Mapolsek Walenrang, Jumat (09/08/2019).

UG mengakui bahwa dirumah yang ditempatinya tinggal bertiga bersama Ayah dan Neneknya yang kadang tidur bertiga bahkan hanya berdua saja.

“Kadang dalam kamar itu kami tidur bertiga kadang juga berdua,” ujarnya.
Kejadian yang dialami korban sempat disampaikan kepada neneknya namun neneknya tidak mempercayainya, sehingga korban menelpon ke ibunya MN (37) di Malaysia.

Atas informasi tersebut ibu korban yang tinggal di Malaysia kembali ke kampung halaman dan memastikan kejadian tersebut, lalu bersama korban mendatangi Polsek Walenrang untuk melaporkan kejadian ini.

Menurut ibu korban MN dirinya emosi saat mendengar kelakuan mantan suaminya tersebut.
“Waktu anak saya menyampaikan lewat telepon, saya berusaha pulang dan menanyakan ulang untuk memastikan kebenarannya, dan ternyata benar, sehingga saya laporkan,” ucap MN.

Menurut MN mantan suaminya tersebut memiliki kelainan dalam hal seksual sehingga dia tinggalkan ke Malaysia.

“Dia memang aneh-aneh terlalu tinggi hasratnya, bahkan dia memukuli saya kalau tidak melayaninya, makanya saya tinggalkan,” bebernya.

Sementara pelaku RG mengatakan bahwa hasratnya tersampaikan jika melakukan perbuatan asusila tersebut dan mengingat istrinya saat melakukannya, bahkan iapun menangis.

“Kalau saya lakukan saya ingat istri saya yang telah pergi jauh, sayapun kadang menangis diatas paha anak saya,” tutur RG dihadapan penyidik.
Kini kondisi korban mengalami trauma dan pihak kepolisian akan mendatangkan pihak pendampingan dari Lembaga Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak.

(*)

Pos terkait