Banjir Kembali Terjang Wilayah Masamba dan Radda

  • Whatsapp

MEDU-ONLINE.PALOPO — Banjir kembali terjang wilayah Masamba dan Radda di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel). Di duga Banjir ini terjadi di lokasi bekas galian lumpur yang terbawa banjir bandang pada pertengahan Juli tahun 2020.

Dari pantauan di lokasi, Sabtu malam 17/04/2021, banjir tampak merendam jalan, permukiman dan rumah ibadah di wilayah itu. Terlihat warga yang terpaksa menerjang genangan air.

Beberapa motor, mobil pun juga tampak berjalan hati-hati saat melewati banjir.

Tak hanya itu, beberapa sepeda motor juga terlihat berhenti karena tak mampu melewati banjir. Mereka terpaksa mendorong motornya yang mogok.

Sementara itu Ketua Ipmil Raya Unibos mengatakan, banjir terjadi sekitar pukul 01.00 WITA. “Biasanya, beberapa jam banjir sudah surut, tapi sampai sekarang belum surut banjirnya. Masih tinggi,” kata Sabriadi saat ditemui di lokasi.

Ketua Ipmil Raya Unibos menambahkan, beberapa warga lainnya terpaksa mengungsi, kebanyakan warga trauma dengan banjir bandang yang terjadi pada 13 Juli 2020 silam yang menewaskan 39 orang.

”Banjir kali ini cukup parah, jalan trans Sulawesi di genangi air hingga ketinggian 1 meter, dan sampai saat ini tidak ada pihak berwajib yang mengatur lalu lintas, dan fatalnya lagi satgas penanganan bencana pun tidak ada kelihatan untuk memantu banjir di wilayah Masamba dan Radda”, ungkap Ketua Ipmil Raya Unibos.

Lanjutnya, “Pasca bencana sudah hampir setahun, namun hukum alam tidak bisa kita pungkiri, mau bagaimana pun aliran air pasti akan mencari dataran yang rendah untuk di aliri.

namun sangat di sayangkan dari pihak Pemkab Luwu Utara, sampai saat ini belum mampu mengatasi hal ini, padahal suntikan dana dari pusat dan provinsi sangat besar dalam perbaikan wilayah radda dan sekitarnya terkhusus titik banjir bandang tahun lalu.

Namun sampai kini kami belum melihat hasil, yang kami hanya lihat air menggenangi jalan trans Sulawesi dan pumikan warga saat hujan deras”,Tutup. (rls)

Pos terkait