LUWU — Pengurus Pusat Persatuan Mahasiswa Kehesatan (Permakes) melihat langsung kondisi Gita (19) yang telah mengidap penyakit lumpuh layu sepanjang usianya yang kini terbaring lemas di rumahnya bersama Ibu dan ke empat adiknya di dusun Bolo Tumbuan, Desa Lalong, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Selasa (12/02).
Gita merupakan anak pertama dari 5 bersaudara. Ayahnya yang merupakan satu-satunya tulang punggung keluarga baru saja meninggal dunia empat hari yang lalu dan ibunya kini merasa tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan anak-anaknya.
Ketika ditanya tentang bantuan pemerintah, Niar (ibu Gita) mengatakan bahwa selama ini belum ada bantuan dan hanya dilakukan pendataan saja secara berulang namun tidak pernah ada bantuan.
Sementara itu Ketua Umum Permakes, Ikhsan Tamping S.Kep mengatakan kondisi adik Gita sangat memperhatinkan dan seharusnya Pemerintah wajib memberikan solusi bagi warganya yang kesulitan baik secara ekonomi, pendidikan maupun kesehatan.
“Pemerintah kabupaten Luwu jangan jadi kura-kura tidurlah, khususnya dinas kesehatan dan dinas sosial harus responsif segera menangani masalah ini,” ucap Ikhsan.
Ia melanjutkan bahwa pihaknya miris melihat keadaan tak berdaya dari keluarga Gita, sehingga Permakes berinisiatif untuk membantu keluarga tersebut baik secara moril maupun materil.
“Gita ini lahir tepat pada hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus, tapi keadaan keluarganya jauh dari kata merdeka. Kami harap kepada seluruh masyarakat yang mempunyai kelebihan dalam rejekinya untuk membantu keluarga Gita,” tutup Ikhsan. (Fajrin)