Bentuk Gempita, Pemuda Luwu Gelorakan Peduli Kesejahteraan Petani

  • Whatsapp

PALOPO — Sejumlah pemuda lintas kecamatan di Kabupaten Luwu, menggelorakan gerakan kependulian kesejahteraan petani. Langkah itu diwujudkan melalui dibentuknya organisasi sosial kemasyarakatan yang diberi nama Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Kabupaten Luwu.

Gempita Luwu, saat ini dipimpin, Hidayat Jaya. Organisasi ini resmi menggelar rapat koordinasi pertama di Cafe Seruya, Jl. Kelapa, Kota Palopo, Ahad sore (4/3/18). Dalam rapat koordinasi itu, ikut hadir sejumlah kelompok tani dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bua, Ponrang Selatan, dan Suli.

Ketua Gempita Luwu, Hidayat Jaya mengatakan bahwa Gerakan Pemuda Tani Indoesia adalah gagasan menteri pertanian RI yang menyadari bahwa tanpa keterlibatan negara untuk mendorong peran pemuda maka sektor pertanian kita akan segera tamat.

Maka dari itu, Gerakan Pemuda Tani Indonesia ini bukan sebuah organisasi masyarakat ataupun organisasi non pemerintah. Gempita adalah pelembagaan dari komitmen negara untuk memberdayakan pemuda dan merawat identitas nusantara sebagai bangsa agraris.

“Regenerasi petani dan pemanfaatan lahan pertanian agar menjadi produkitf adalah pola gerak Gempita. Para pemuda dihadirkan kedalam pertanian yg di tunjang dengan inovasi tekhnologi pertanian,” kata Hidayat Jaya, sore tadi.

Dalam menjalankan organisasi, sebutnya, Gempita memiliki visi dan misi yang bertujuan dalam mensejahterakan petani. “Visi kami adalah mewujudkan kemandirian pangan nusantara. Sedangkan Misi kami adalah Regenerasi petani, Modernisasi pertanian, dan Perluasan areal tanam. Makanya, kami ke depan adalah Pemberdayaan sumber daya manusia untuk pengutan pertanian berkelanjutan, Penguatan inovasi dan teknologi bagi pelayanan pertanian, Pemanfaatan lahan seluas luasnya untuk areal peral pertanian, Meningkatkan meningkatan produktifitas pertanian, dan mendongkrak kesejahteraan Petani,” jelasnya.

Menurut Hidayat, sebagai langkah konkrit dalam waktu dekat ini yang akan dilakukan pihaknya adalah memfasilitasi petani untuk mendapatkan bantuan benih jagung, pupuk, dan alsintan. “Kami akan merangkul semua petani yang tergabung dalam kelompok tani untuk difasilitasi mendapatkan bantuan dari Kementan. Jadi, kami mengajak semua masyarakat yang memiliki lahan untuk bertani dan masuk dalam Gempita Luwu,” harap Hidayat.

Sementara itu, Miswar yang merupakan salah seorang anggota kelompok tani mengaku sangat menyambut baik gerakan ini.

“Kami berharap besar pada Gempita dalam peningkatan kesejahteraan kami petani. Kalo bisa, tidak hanya di fasilitasi dalam hal benih, pupuk, dan alsintan tapi juga ilmu pertanian serta kepastian harga,” kata Miswar.(Rls/*)

Pos terkait