Catat! 14 Oktober, Film Animasi Bernuansa Reliji Ini Bakal Tayang di Seluruh Bioskop Tanah Air

  • Whatsapp

MEDU-INFOTAINMENT | Nussa merupakan sebuah serial animasi edutaiment yang sudah sangat populer di Indonesia.

Setiap episode dari Nussa selalu menyajikan edukasi yang terasa dekat dengan masyarakat Indonesia dan Islam.

Bacaan Lainnya

Di tahun ini, studio The Little Giantz (TLG) bekerja sama dengan Visinema Pictures membuat film Nussa.

Film disutradarai oleh Bony Wirasmono dan siap tayang pada 14 Oktober mendatang.

Film Nussa menghadirkan dua bintang utama serial Nussa, yakni Muzakki Ramdhan sebagai Nussa dan Aysha Razaana Ocean Fajar sebagai Rarra.

Muzakki dan Aysha tentu membuat film terasa dekat dengan anak-anak fans setia serial Nussa.

Ada pula tokoh Umma yang suaranya diisi oleh Fenita Arie. Ini menjadi debut istri dari Arie Untung itu menjadi pengisi suara film animasi.

Berbeda dari serialnya, film coba untuk mengembangkan universe dari Nussa. Karena itu, hadir berbagai tokoh, mulai dari Abba (Alex Abbad), Jonni (Ali Fikry), dan Bibi Mur (Asri Welas).

Film mengisahkan tentang Nussa yang ingin ikut dalam kompetisi sains. Nussa pun coba untuk membuat sebuah roket yang terbuat daei barang-barang bekas.

Namun, Nussa kemudian bertemu dengan saingan baru, yakni Jonni. Ia merupakan anak yang cukup beruntung, karena bisa dengan mudah mendapatkan barang-barang dan eksperimen demi memenangkan kompetisi.

Akankah Nussa bisa mengalahkan Jonni? Seperti apa persaingan keduanya? Masalah dan ilmu baru apa yang didapatkan Nussa kali ini?

Untuk mengetahui selebihnya, silakan tonton sendiri film Nussa di bioskop mulai 14 Oktober mendatang. Dijamin, animasi dari film tersebut sangat luar biasa dan ajaib bagi industri animasi Indonesia.

Hingga saat ini, bisa dikatakan Nussa adalah film animasi terbaik yang pernah dibuat oleh sineas Indonesia. Meski membutuhkan tiga tahun untuk digarap, hasilnya terlihat sangat memuaskan.

Nussa bisa menjadi tolak ukur bagi industri film animasi Indonesia di masa depan. Meski tidak bisa dibandingkan dengan Pixar atau DreamWorks, namun setidaknya Nussa jadi animasi paling kualitas di kawasan Asia Tenggara.

Kisah yang disajikan juga sangat sederhana, namun menawarkan pesan moral yang dekat dengan masyarakat Indonesia. Ada pesan tentang persahabatan, keikhlasan, dan cinta pada sesama mahluk.

Nilai-nilai Islami dari serial Nussa juga masih dipertahankan. Hal itu yang membuat film ini terasa sangat otentik dan dekat dengan mayoritas muslim di Indonesia.

Pesan moral dan Islami yang disampaikan juga terasa relevan bagi banyak orang, bukan cuma anak-anak. Orang tua bahkan bisa memetik banyak hal dari film ini.

Selain penampilan Muzakki sebagai Nussa, aksi Aysha sebagai Rarra di film juga terasa seru untuk disimak. Hampir semua unsur komedi dihidupkan oleh tokoh Rarda dengan tingkahnya yang polos, sederhana, dan aneh.

Ada juga Hamka Siregar yang sukses mengocok perut saat mengisi suara Pak Ucok. Tokoh pendukung ini membuat Nussa terasa beragam dan merepresentasikan Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia.

Malka Hafya yang mengisi suara tokoh Abdul juga patut diacungi jempol. Meski tidak selalu muncul, namun kekonyolan tokoh itu dipastikan bisa menghibur anak-anak.

Kehadiran Raisa sebagai Bu Anggi dan Dewi Sandra sebagai Tante Dewi menambah keseruan di film. Tokoh yang mereka perankan lagi-lagi relevan dengan masyarakat Indonesia.

Film Nussa juga menyingkap tentang sebuah pertanyaan yang kerap disinggung, yakni keberadaan Abba, ayah Nussa. Memang film ini membuka sebuah universe dari tokoh Nussa yang selama ini hanya hadir dalam video pendek.

Sangat diharapkan, ada film lanjutan dari Nussa.

Pengembangan cerita dan tokoh yang beragam tentu bisa membuat film kedua terasa makin seru.

Seiring dengan perkembangan zaman, tentu animasi dari franchise Nussa juga akan sangat pesat. Diharapkan, ada animasi sekelas Pixar yang bisa dihadirkan oleh sineas lokal dan Nussa agaknya bisa mewujudkannya.

(Artikel: Kumparan

Pos terkait