Diskusi di Bincang Iccank, Legislator NasDem ini Tegaskan Demi Rakyat Kecil Tolak Kenaikan Tarif Air Ledeng

PALOPO — Abd Rauf Rahim, ST anggota DPRD Palopo asal Nasdem yang kebetulan juga adalah Ketua Komisi III, dimana Perusahaan Air Minum (PAM) Tirta Mangkaluku adalah salah satu mitra kerjanya, menyatakan sikap dengan tegas menampik usulan kenaikan tarif PAM TM, pada Sabtu malam (29/12) di salah satu cafe di Kota Palopo.

Rauf yang juga Caleg Dapil III dengan nomor urut 1 itu di hadapan peserta talkshow “Bincang Iccank” mengaku cukup kaget dengan masukan-masukan dan informasi yang diberikan dua narasumber lainnya terkait usulan kenaikan tarif PAM yang ancar-ancar kenaikannya konon sebesar 20%.

“Saya tegaskan demi rakyat banyak, saya selaku pribadi dan Ketua Komisi III DPRD Palopo dengan tegas menolak usulan kenaikan tarif tersebut, Fraksi saya NasDem akan menolak kenaikan tarif PAM TM jika memang betul seperti diskusi yang berkembang malam ini, saya jamin, ini bukan sedang kampanye untuk Pileg, ada atau tidak ada Pileg kami tetap pro rakyat kecil,” tandas Rauf sekali lagi.

Kontan saja komitmen Ketua DPD Nasdem Kota Palopo itu mendapat respon positif dan aplause hadirin.

Abd Rauf Rahim memang dikenal selama ini sebagai politisi yang kerap bersuara lantang mengkritisi pemerintah kota terutama soal pengelolaan Zaro snack dan minyak Boka oleh Perusda Palopo.

Sebelumnya, PAM TM memberi sinyal akan menaikkan tarif dengan memaparkan sedikitnya 6 alasan. Pertama, kenaikan bahan baku, Kedua, kenaikan Tarif Dasar Listrik dan BBM, Ketiga, laju inflasi yang cukup tinggi, Keempat, cost membengkak untuk urusan operasional, Kelima, adanya investasi yang menelan biaya cukup besar misalnya untuk pemasangan pipa di daerah yang cukup sulit, dan Keenam, PAM TM dikabarkan sudah lama, kurang lebih 6 tahun belum menaikkan tarifnya, sementara kebutuhan dan harga sudah sangat berbeda dibanding 2012 silam.

Talkshow, Bincang Iccank ini disiarkan live di jejaring Sosial Media, terutama di grup Palopo Live dan Forum Diskusi Pemilu 2019.

Narasumber yang hadir selain analisis dari pakar ekonomi Afrianto Nurdin. juga ikut hadir Pakar Kebijakan Publik yang merupakan dosen Unanda, Drs Syahiruddin Syah M.Si serta hadirin dari kalangan cendekiawan muda, LSM dan tokoh politik.(Ist/**)

Pos terkait