MEDU-ONLINE, PALOPO | Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Demokrasi melakukan unjukrasa di depan Polres Palopo, Kamis 2 Juni 2022.
Mahasiswa melakukan unjukrasa di traffic light Lapangan Gaspa dengan bergantian berorasi, kemudian melakukan longmars menuju Polres Palopo.
Di depan Polres Palopo, mahasiswa dalam orasinya menyampaikan mendesak Kapolres Palopo untuk mengusut tuntas tindakan yang dinilai represif pada tanggal 11 April 2022 lalu.
Dalam orasinya massa aksi juga meminta Kapolres Palopo untuk menemui massa, namun pimpinan tertinggi Polres Palopo tidak berada di kantor, hal ini yang yang membuat massa aksi resah dan kecewa, hingga terjadi gesekan antara aparat kepolisian dan massa aksi.
Ridal, selaku jenderal lapangan mengatakan, jika Kapolres Palopo tidak mengindahkan tuntutan yang Aliansi Demokrasi bawa maka pihaknya mendesak Kapolres Palopo untuk dicopot dari jabatannya.
Kevin selaku Wajendlap juga menyayangkan dengan sikap Kapolres yang enggan menemui massa aksi.
Setelah menyampaikan orasi di depan Polres, mahasiswa kemudian melanjutkan longmars menuju kantor DPRD Kota Palopo untuk menyampaikan tuntutannya.
Adapun tuntutan Aliansi Demokrasi:
Isu Nasional:
1. Tolak UU No.11 thn 2020 tentang Cipta Kerja dan Revisi UU PPP.
2. Cabut UU No.12 thn 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
3. Laksanakan amanat pasal 33 UUD 1945.
4. Wujudkan Reforma Agraria.
Isu Lokal:
1. Mendesak pengadaan bus sekolah di Kel. Battang & Battang Barat.
2. Usut tuntas tindakan refresif pada 11 April 2022.
(rilis)