Gubernur Sulsel: Selain ‘Macca’ Bupati Luwu Utara Tak Mengenal Lelah

  • Whatsapp

LUWU UTARA — Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M. Agr melakukan kunjungan kerja di kabupaten Luwu Utara, Rabu 28 November 2018.

Kunjungan kerja kali ini bertujuan untuk mininjau perkembangan pembangunan Bendung Baliase yang terletak di Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara.

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah pada peninjauan tersebut di dampingi langsung oleh Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, sekretaris Daerah, Abdul Mahdud, para unsur forum koordinasi pimpinan daerah,para Asisten, Para Staf Ahli Bupati dan para pimpinana SKPD kab. Luwu Utara.

Bupati Luwu Utara indah putri indriani dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada gubernur sulawesi selatan untuk pertama kalinya dalam masa jabatan mengunjungi bendungan baliase.

“Selamat datang di bendung baliaese kami sebut Sebagai bendung terunik di indonesia karna terintegrasi langsung dengan jalanan nasional dan pemukiman masyarakat dan ini akan menjadi Icon baru Luwu Utara, jika kita mendengar BALIASE berarti itu Luwu Utara,” tuturnya.

Bupati Indah melanjutkan bahwa juga meminta dukungan kepada gubernur sulawesi selatan untuk pembangunan drenase karna luwu utara siap lebih baik menjadi penyangga pangan bukan hanya sulawesi selatan tapi di indonesia.

Sementara itu Gubernur sulawesi selatan yang kerap di sapa prof Andalan tersebut menyampaikan luwu utara harus bersyukur punya bupati Macca (Pintar) dan Bupati Luwu Utara juga tidak kenal lelah.

“Kita harus Bersyukur karna kita punya bupati macca dan selain itu ibu Indah juga tidak mengenal lelah,” pungkasnya.

Gubernur Nurdin Abdullah melanjutkan, masa depan sulawesi selatan ada di luwu raya, karna terus terang air akan menjadi problem kita kedepan karna sulsel sebagai penyangga pangan nasional air betul-betul menjadi tumpuan, dan contoh baik diluwu utara dengan hadirnya bendung baliase ini.

“Saya mengapresiasi ibu indah bisa menghadirkan bendung baliase ini balai hanya membangun namun ide dari pemerintah kabupaten, inilah monumen yang telah dibangun yang harus diingat oleh masyarakat,” kuncinya.(Put/**)

Pos terkait