Hari Ibu, DP2PA Luwu Utara Gelar Lomba Nyanyi Solo

  • Whatsapp

LUWU UTARA — Dalam rangka memperingati hari Ibu Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Luwu Utara mengadakan lomba nyanyi solo di Gedung Pemuda Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Kamis 13 Desember 2018.

Lomba nyanyi solo ini sebagai salah satu bentuk pembinaan organisasi perempuan se-Kabupaten Luwu Utara.

Kepala DP2PA, Nurhusnah mengatakan bahwa tujuan dari lomba nyanyi solo ini untuk membangkitkan semangat para kaum perempuan di berbagai aspek dalam rangka peningkatkan kualitas dan kuantitas angka harapan hidup sebagai salah satu indikator indeks pembangunan manusia.

“Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh organisasi perempuan se Kabupaten Luwu Utara. Melalui kegiatan ini dengan memprediksi kembali bakat-bakat seni yang ada pada diri masing masing diharapkan dapat memberikan dampak positif khususnya para perempuan,” tuturnya.

Asisten Administrasi dan Umum, Muh. Kasrum dalam sambutannya mengatakan bahwa kita harus bersyukur terkhususnya kaum perempuan karena dengan perkembangan teknologi dan proses industrialisasi yang terjadi di berbagai wilayah di dunia termasuk Indonesia telah membawa dampak yang cukup signifikan bagi peran perempuan didalam keluarga dan masyarakat. Perempuan yang lahir tidak lagi hanya sekedar fitra tetapi sudah lebih jauh lagi dapat berkiprah di berbagai aspek pembangunan.

“Satu kutipan yang saya sampaikan bahwa jangan pernah anda berhenti melakukan aktivitas atau berproduksi walaupun sudah masa menjelang tua, karena akan mengakibatkan sel sel yang ada dalam tubuh akan berhenti berfungsi. Lakukan apa yang mampu di lakukan, bila hanya mulut yang bisa bernyanyi maka bernyanyilah, kalau badan hanya bisa bergoyang maka bergoyanglah,” pungkasnya.

Muh. Kasrum melanjutkan ada satu peluang untuk para perempuan yang bisa ibu ibu pergunakan terkait dengan adanya kesempatan yang luas bagi seluruh warga negara termasuk perempuan untuk di pilih sebagai wakil rakyat di lembaga legislatif dan adanya apirmatif untuk peluang 30% bagi perempuan. Kemudian gender sebagai salah satu strategi untuk menyetarakan antara laki laki dan perempuan.

“Apa yang dilaksanakan pada hari ini tidak hanya sekedar bernyanyi tetapi bagaimana kita memaknai kegiatan ini sehingga dapat memberikan hasil, khususnya peningkatan kualitas hidup dari sisi kesehatan, pendidikan dan ekonomi,” kuncinya.(Put)

Pos terkait