Kalapas Kelas IIA Palopo Tegaskan Akan Pecat Pegawai Jika Terlibat Narkoba

  • Whatsapp

MEDU-ONLINE.PALOPO — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Kota Palopo, Drs Indra Sofyan beri penegasan bagi pegawai, jika terlibat mengedarkan narkoba, akan langsung dipecat.

Jika bersama Narapidana (Napi), maka napinya akan dipindahkan ke Lapas yang ada di daerah luar Kota Palopo.

Hal itu ditegaskan Indra Sofyan, seiring adanya kabar miring yang menyebut adanya indikasi peredaran terselubung barang haram antara sipir dan napi di Lapas Kelas IIA Kota Palopo.

Menurut Indra Sofyan, kabar itu tidak benar jika tak percaya silahkan cek langsung ke dalam Lapas.

Dia yakin, sebab sejauh ini Lapas Kelas IIA Kota Palopo, aman dari permainan terselubung seperti yang disangkakan.
“Apalagi, enam pejabat yang sebelumnya kosong sudah terisi dan kami baru menerima 15 orang Napi Narkoba dari LP Narkoba Bolangi,” ujarnya.

“Kalau ada kabar tentang sipir dan napi yang macam-macam soal narkoba tolong diinfokan, karena kami lagi mengejar WBK sehingga kami meminimalisir kabar yang merugikan Institusi,” lanjutnya.

Terima kasih. Kalau ada Pegawai/Napi yang bermain kami akan tindak tegas, di BAP, turun pangkat/ dipecat dan Napi akan kami pindahkan ke Lp Bulukumba/LP Enrekang atau ke selayar sekalian,” tegas Indra Sofyan, Senin 14/6/2021.

Indra Sofyan, mengklaim bahwa piahknya sudah berjuang tiga tahun termasuk tahun ini untuk meraih WBK.

“Jangan sampai karena ulah pegawai WBP menggagalkan usaha kami, karena semua Tim siang malam melengkapi persyaratan tersebut baik dari Pelayanan maupun survey. Sekali lagi, terima kasih atas infonya,” ucap Indra Sofyan.

Untuk diketahui, pada tahun 2022 memdatang, sudah mendapat Jatah 100 orang. Selama LP Palopo berdiri, sebut dia belum pernah ada Napi Narkoba dari LP Narkoba Bolangi yang dikirim ke Pelopo.

“Belum ada dalam sejarah. Dan untuk di ketahui LP merupakan Ikon dalam Rangka Rehab WBP Narkoba di Kanwil Hukum san HAM Sulsel walaupun LP Palopo bukan LP Narkoba untuk Rehab Napi Narkoba,” tutup Indra Sofyan.

Pos terkait