Kasihan.. Gerobak Ibu Ini Kini Jadi Rongsokan Karena Tak Lagi Jualan Selama Pandemi

  • Whatsapp

MEDU.ONLINE.BONE – Sejumlah pelaku usaha mikro dan kecil menengah (UMKM) sangat terdampak imbas dari pandemi Covid-19.

Seperti yang dirasakan salah satu Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kabupaten Bone Kamaruddin (57) dan isterinya Murni (56).

Dulunya mereka berjualan minuman instan kekinian pada malam hari. Namun karena pandemi, mereka tak lagi berjualan hingga gerobak yang biasa parkir di sudut Lapangan Merdeka Kabupaten Bone itu, jadi rongsokan.

Dilansir dari tribunbone.com, dulu mereka dijanjikan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) Rp 2,4 juta, namun belum diterima sampai sekarang.

Kamaruddin dan 33 PKL lainya di Bone sangat merasakan dampak wabah Covid-19.

Hal ini disampaikan Ketua DPD Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Iwan Hammer, Selasa (27/7/2021).

Ia mengatakan, penjualan PKL menurun begitupun dengan modal usaha mereka tergerus.

“Kami mengharapkan segera turunnya bantuan pemerintah seiring pemberlakuan PPKM,” ungkapnya.

Ia mendukung kebijakan pemerintah dalam pemberlakuan PPKM tetap mengedepankan kemanusiaan.

“Karena pendekatan yang persuasif bisa diterima oleh semua kalangan. Disinilah peran penting pemerintah untuk segera menggelontorkan bantuan sosial dan juga bantuan lain,” ujarnya. (*)

Pos terkait