Ketua PGRI Enrekang Minta Pendidik Mengupdate Pengetahuan

  • Whatsapp

 

Enrekang, MeduOnline.co.id | Lebih 100 pendidik di Kabupaten Enrekang menjadi peserta Pelatihan Jurnalistik difasilitasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulawesi Selatan. Berlangsung di Bukit Indah, Jalan Poros Enrekang-Toraja, Sulawesi Selatan. Minggu, 17 Oktober 2021.

Berdasarkan pantauan media ini, kegiatan digelar dengan mengangkat tema “Peran Strategi PGRI Dalam Mewujudkan Indonesia Unggul” dan dibuka langsung oleh Ketua PGRI Kabupaten, Jumurdin, S.Pd, M.Pd., yang juga merupakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Enrekang.

Dalam sambutannya, Jumurdin menyampaikan, agar para pendidik mengupdate pengetahuan guna membantu dalam mengemban tugas dan tanggung jawab.

“Para pendidik sedianya juga bisa mengupdate pengetahuan khususnya dibidang Jurnalistik, sehingga bisa saling berinteraksi dengan saudara-saudari kita dari Jurnalis atau wartawan sebab mereka yang membantu kita dalam publikasi di bidang pendidikan, minimal mengetahui sedikit dari yang banyak, sebab kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan kita, dan saya berharap kedepannya diadakan dengan peningkatan peserta sebagai tanda bahwa PGRI itu ada, ” tukasnya.

Sebelumnya Seharani Husain, S.Pd, Ketua Biro Komunikasi Informasi PGRI Sulawesi mengungkapkan bahwa pelatihan penulisan artikel di Kabupaten Enrekang sangat dibutuhkan bagi kalangan guru yang disebut ilmu terapan dan bisa termasuk dalam kategori kompetensi bagi guru di bidang studi masing-masing.

Lebih jauh Seharani menjelaskan, ilmu terapan adalah penerapan pengetahuan dari bidang-bidang seperti matematika, fisika atau ilmu dunia, ilmu kimia atau ilmu biologi dan lain sebagainya demi penyelesaian masalah praktis yang langsung memengaruhi kehidupan kita sehari-hari.

Lebih rinci Direktur Pusdiklat Jurnalis Online Indonesia, Zulkarnain Hamson, S.Sos, M.Si., sebagai pemateri dengan bahasan “Karya Tulis Ilmiah Populer” menjelaskan bahwa suatu karya tulis ilmiah ditulis untuk memberi wacana atau solusi atas persoalan yang tejadi di masyarakat dengan bahasa lebih sederhana dan komunikatif, karena akan dibaca oleh pembaca yang tidak saja kalangan ilmiah, tapi juga oleh masyarakat umum yang heterogen.

Lanjut dikatakan Zul, “Karya tulis ilimiah populer adalah pandangan ilmiah seseorang tentang suatu masalah yang bisa dipertanggungjawabkan berdasar dalil-dalil ilmiah yang disajikan dalam bahasa yang lebih popular agar bisa dimengerti oleh berbagai kalangan, “urainya.

Zul juga menitipkan, tulisan ilmiah populer yang baik membutuhkan riset guna menguatkan argumentasi penulis untuk menekankan gagasannya, sehingga penulis dituntut untuk memiliki Kapasitas, Kapabilitas dan Konsistensi.

“Penulis harus memiliki kapasitas keilmuan pada persoalan yang ditulis karena memiliki ilmu yang dikenal sebagai latar belakang pendidikan dan pengalaman atau riwayat pekerjaan, pengalaman langsung. Penulis memiliki kapabilitas dengan materi yang ditulis karena itu adalah bidang keahliannya. Penulis bisa mengambil spesialisasi ahli atau pakar dalam bidang tertentu. Penulis harus konsisten terhadap pandangan dan keilmuannya. Juga konsisten untuk tidak memberikan tulisan yang sama pada berbagai media’ ” pungkas Wakil Rektor IV bidang Kerjasama dan Inovasi di Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar.

“Terdapat dua hal yang sering menjadi perbincangan tentang jurnalistik dikalangan guru, pertama bagaimana guru bisa terus menjalankan fungsi pengembangan diri sebagai profesional bidang pendidikan, dengan membumikan pemikiran bukan hanya bagi siswa, tetapi lebih luas pada masyarakat. Kedua bagaimana guru dapat membangun sinergi dengan media massa dan wartawan, ” tambah Jurnalis yang telah menuliskan 7 buah buku, salah satunya berjudul Etika Jurnalistik.

“Tulisan yang baik salah satunya adalah tulisan yang dapat dipublikasikan atau diterbitkan pada jurnal atau majalah ilmiah. Karya tulis tersebut akan disajikan kepada masyarakat akademik, kaum intelektual, dan para cedikiawan seperti para guru, dosen, peneliti, dan lainnya. Untuk itu, penulisan karya tulis harus didasarkan pada kaidah keilmuan, kaidah ilmiah, dan penulisan dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar, “tutupnya._@ly_

Pos terkait