Langkah Tegas Kapolres Luwu Utara dapat Dukungan LSM Makkaritutu

  • Whatsapp

MASAMBA — Salah seorang tokoh masyarakat Luwu Utara dengan tegas mendukung langkah penegakan hukum yang dilakukan oleh pihak aparat keamanan dalam hal ini Kapolres Luwu Utara atas peristiwa yang membuat Kapolres digerudug massa pendemo Selasa 15 Januari 2019 kemarin.

Bimas Syarifuddin, Koordinator Advokasi LSM Makaritutu lewat wawancara via telepon bahkan meminta pihak Kapolres Luwu Utara dan jajaran, tak gentar dalam upayanya memberantas penyakit sosial dalam masyarakat dan pelaku kriminal lainnya.

“Saya 100% mendukung langkah aparat penegak hukum, Kapolres Luwu Utara, Reskrim dan jajarannya agar menegakkan hukum, jadikan hukum sebagai panglima, saya juga meminta agar Polres Luwu Utara hingga Polsek-polsek mengaktifkan patroli agar penyakit sosial yang ada dalam masyarakat dibasmi hingga tuntas tanpa pandang bulu,” cetus Bimas, Rabu (16/1).

Dalam kesempatan itu, Bimas juga menyatakan turut berbelasungkawa atas kematian Dandi. Ia meminta agar keluarga yang ditinggalkan bisa tabah menghadapi segala cobaan.

Sebelumnya, DPO kasus kriminal atas nama Ahmad Dandy ditemukan tewas mengapung di Bendung Sungai Baliase, saat digerebek tim, Senin (14/1) sore lalu.

Dalam penjelasan Kapolres Luwu Utara AKBP Boy FS Samola, disebutkan bahwa Dandi termasuk Daftar Pencarian Orang (DPO) karena melakukan tindak pidana.

“Di saat anggota Polres Luwu Utara melakukan pencarian tersangka bersembunyi di rumah temannya yang diketahui penjual sagu dekat Bendung Baliase,” jelasnya, Selasa (15/1) kemarin.

“Saya besarta anggota lainnya mendatangi kios penjual sagu yang ada di sekitar Bendung Baliase dan menanyakan keberadaan inisial Ap, tapi Ap tidak ada di tempat,” ujarnya.

Iptu Syamsul Rijal melanjutkan bahwa sementara anggota menanyakan keberadaan Ap terdengar suara hentakan pintu belakang.

“Saat saya mendengar hentakan pintu belakang kios, saya memberikan peringatan dengan melepaskan tembakan keatas, agar orang yang lewat pintu belakang tidak kabur, setelah di cek ternyata di belakang kios sagu tersebut ada bendungan dan kami tidak melihat siapa yang kabur lewat pintu belakang karena kami ada di depan kios,” tuturnya.(*)

Pos terkait