LAPOR: Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik di Lutra Dinilai Paling Maju di Sulsel

  • Whatsapp

Masamba — Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) di Kabupaten Luwu Utara dinilai paling bagus di Provinsi Sulawesi Selatan. Hal ini diungkap Provincial Advisor Transformasi GIZ Sulsel, Fadiyah Machmud, di sela-sela kunjungan kerja Kedubes Jerman ke Luwu Utara, Rabu (28/11).

“Soal LAPOR SP4N, Luwu Utara lebih bagus dan lebih maju dibanding daerah lain di Sulsel. Kenapa seperti itu? Karena kita melihat Luwu Utara sudah mulai membuka layanan pengaduan ini ke masyarakat. Ini berarti, penyelenggara pengelolaan LAPOR SP4N sudah siap menerima pengaduan dari masyarakat,” tutur Fadiyah.

“Tadi kan kita sudah lihat, dan Mr. Hendrik Barkeling dan Mrs, Elke Rapp juga sudah meninjau langsung proses layanan ini di Kominfo. Sudah ada kesiapan yang lebih baik dalam penyelenggaraan pengelolaan layanan ini. Petugasnya ada, perangkatnya ada, dan juga SOP-nya tersedia. Ini indikasi bahwa Lutra memang lebih siap dalam LAPOR SP4N,” tegasnya.

Saat ini, kata Fadiyah, tinggal delapan kabupaten/kota di Sulsel yang belum melaksanakan layanan yang terintegrasi sampai ke pusat ini. “Layanan ini sebenarnya memberikan kesempatan kepada masyarakat sebagai penerima manfaat pembangunan untuk memberikan masukan kepada pemerintah bahwa ada pelayanan yang membutuhkan perbaikan,” jelasnya.

“Jika ada pengaduan pelayanan di instansi tertentu, itu bukan berarti pelayanan di instansi tersebut jelek. Pengelolaan pengaduan itu dimulai dari menerima pengaduan, mendiskusikan pengaduan, memberikan respon, serta menindaklanjutinya sampai selesai. Inilah kemudian kenapa layanan ini disebut pengelolaan,” terangnya lagi.

Masih menurut Fadiyah, informasi pengaduan pelayanan ini menjadi menjadi input untuk perbaikan ke depan. “Daripada mereka mengadu ke media sosial, baru sembarang orang berkomentar tanpa tahu duduk persoalannya, mending ia masuk ke kanal yang lebih formal dan yakin pasti ada solusinya,” tegas Fadiyah.

Kadis Kominfo Luwu Utara, Arief R. Palallo, saat ditemui mengatakan, pihaknya akan terus melakukan perbaikan dan pembenahan, utamanya dalam peningkatan sosialisasi agar layanan ini bisa lebih dikenal masyarakat. “Insya Allah, 2019 kita akan lebih tingkatkan dengan melakukan sosialisasi lebih masif lagi. Bisa melalui radio, pertemuan, atau lewat media sosial, meski ini sudah kerap kita lakukan juga,” pungkas Arief. (LH)

Pos terkait