Memilukan! Bapak Empat Anak di Luwu Utara Ini Butuh Uluran Tangan

  • Whatsapp

LUWU UTARA — Hidup sejahtera jadi dambaan setiap masyarakat, namun kemiskinan tetap saja menjerat warga di sejumlah daerah bahkan masih banyak yang luput dari perhatian pemerintah.

Seperti yang dialami Saing (78) warga miskin yang terbaring lemah di tempat tidurnya karena mengidap suatu penyakit menahun. Ia hidup bersama 4 orang anak dan sejumlah cucu termasuk 3 orang cucunya yang masih belia di Desa Polewali Dusun Lekko Lambe Kecamatan Baebunta Kab. Luwu Utara.

Bacaan Lainnya

Tinggal di atas rumah panggung dengan jumlah keluarga sebanyak itu sangat memprihatinkan, pasalnya tiang-tiang rumah tersebut sudah lapuk dan miring. Dikhawatirkan rumah tersebut roboh.

Juse (32) salah seorang putrinya mengakui jika ayahnya sudah terbaring sakit sudah lama. Ia akui kalau ayahnya tidak mempunyai pekerjaan, sementara suaminya sendiri bersama suami adiknya saat ini hidup diperantauan sebagai buruh kebun kelapa sawit dengan gaji pas-pasan.

“Bapak sudah lama sakit, jadi kehidupan kami sehari-hari hanya bersumber dari suami sama adik ipar yang kerja di Kalimantan, untuk kebutuhan kami syukuri saja meskipun itu kami rasa tidak mencukupi, apalagi buat beli obat buat bapak dan kebutuhan gizi buat anak-anak”, ujarnya kepada salah satu Wartawan Luwu Utara dengan mata yang berkaca-kaca, Senin (05/03/2018).

Ditanyakan mengenai apakah pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat maupun pemerintah daerah, ia katakan kalau saat ini hanya mendapat bantuan raskin dari pemerintah desa.

“Kalau saat ini kami hanya di bantu raskin oleh pemerintah desa, yah kita syukuri saja pak, mudah-mudahan pemerintah daerah bisa memperhatikan kami,” harapnya.

Sementara itu, H. Sadi’ (73) yang juga masih warga di daerah tersebut, dan hidup sebatang kara di rumah panggung yang juga kondisinya sangat memprihatinkan. Ia mengakui kalau dirinya bahkan hingga saat ini sama sekali tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.

“Beginimi kasian kondisi saya nak, saya hidup sendirian disini, hidup dari hasil kebun yang tidak seberapa, kalau mengenai bantuan, tidak pernah ka dapat bantuan nak, ini mau ke kebun untuk cari apa yang bisa menghasilkan tapi kakiku sakit nak”, pilu H. Sadi sambil melihatkan kakinya yang patah ke media ini.

Salah seorang warga dan tokoh masyarakat di desa itu, Rasyid (41) mengatakan di daerah tersebut masih ada sejumlah warga yang ia harapkan agar pemerintah, bisa memperhatikan kehidupan masyarakat.

“Sebenarnya masih banyak yang belum diketahui oleh pemerintah daerah tentang warga miskin yang tidak pernah dapat bantuan, seperti Monno (70) janda tua yang juga sama sekali tidak pernah dapat bantuan, kemudian Anto (35) warga yang penghasilannya bersumber dari buruh tambang pasir, yang menghidupi istri dan anaknya,” papar Rasyid.

Olehnya itu, ia berharap pemerintah daerah dan pihak terkait agar sudi melihat kondisi masyarakat yang dia maksud kan, karena menurutnya, dengan begitu pemerintah bisa mendapat kepercayaan dari masyarakat kalau mereka merasa masih diperhatikan dan dipedulikan pemerintah.(Putri/*)

Pos terkait