OKI Dukung Implementasi Program Prioritas KLHK

  • Whatsapp

Organisasi Keagamaan Indonesia (OKI) sepakat mendukung implementasi program prioritas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Setelah mendapat dukungan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI), Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).

Bacaan Lainnya

Menteri KLHK, Siti Nurbaya, seperti rilis yang diterima Join News Network (JNN) dari Kementerian, Sabtu (18/5/2018) siang tadi, menyebut, dukungan ini semakin mencair setelah Menteri Siti, berkunjung ke Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Jakarta, Kamis lalu.

Kunjungan Menteri Siti kali ini sama seperti pertemuan di OKI yang lain, untuk mendapatkan dukungan mempercepat realisasi program- prioritas nasional yang sedang dikerjakan KLHK.

Dukungan sangat dibutuhkan karena OKI tersebut memiliki jaringan hingga ke tingkat paling bawah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, Menteri Siti menginginkan adanya sinergi program-program KLHK yang sebagian besar berhubungan langsung dengan masyarakat.

“Pendekatan keumatan itu sangat strategis. Karena teladan dan bimbingan dari tokoh agama kepada umatnya menjadi sangat penting.”, kata Siti, penuh keyakinan.

Terbukti dalam kunjunganya Menteri Siti, diterima langsung oleh Ketua Umum KWI, Mgr. Ignatius Suharyo, Sekretaris Jenderal KWI, serta 10 perwakilan keuskupan dari total 37 keuskupan di KWI.

Menteri Siti pada kesempatan itu memaparkan ada dua program KLHK yang membutuhkan dukungan KWI di lapangan.

Pertama adalah percepatan realisasi target Perhutanan Sosial dan Reforma Agraria di daerah, kemudian program lainnya adalah mengenai pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.

Pasalnya, Perhutanan Sosial targetkan 12,7 juta Ha lahan di kawasan hutan untuk diberikan akses kelola kepada masyarakat.

Tahun 2019 target yang diharapkan memberikan hak kelola kawasan hutan kepada masyarakat sebanyak 4 juta hektar. Sebelumnya telah direalisasi 1,6 juta hektar kepada 337.000 Kepala Keluarga di seluruh Indonesia.

Catatan JNN, ada 25.000 desa diantaranya 80.000 desa yang penduduknya berdiam di tepi dan di dalam kawasan hutan, dan sedikitnya 10 juta penduduknya kategori miskin.

Untuk itu KLHK diharapkan peran OKI dan perwakilan Uskup yang berasal dari berbagai propinsi di Indonesia dapat membantu mengidentifikasi masyarakat yang memang membutuhkan program Perhutanan Sosial tersebut yang akan diproses dan memverifikasi usulan tersebut.

Sementara persoalan sampah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3), KLHK menyebut rata-rata tiap orang menyumbang 0,7 Kg sampah perhari.

Dengan kerjasama ini dapat terwujud menggerakkan masyarakat mengelola sampah dengan lebih baik. ” Dari kerjasama yang jelas program prioritas KLHK akan berjalan sesuai harapan kita semua, ” kata Mgr. Ignatius Suharyo memberi dukungan program tersebut. (Rilis/JNN)

Pos terkait