Pemuda Palopo Ini Beri Bupati Indah Buku “Paradoks Reformasi”

  • Whatsapp

Masamba — Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, menerima tamu, seorang pemuda asal Kota Palopo, Senin (1/10/2018). Tamu yang diketahui bernama Afrianto Nurdin ini disambut hangat Bupati di Ruang Kerjanya. Dalam pertemuan yang berangsung kurang lebih 30 menit itu, banyak hal yang mereka diskusikan. Selain berdiskusi, Afrianto juga memberikan Bupati dua buah buku yang berjudul “Paradoks Reforasi. Suatu Gugatan dan Refleksi.”

“Ada dua hal yang menjadi agenda pertemuan saya dengan ibu Bupati Indah. Pertama, memberikan buku karena pada buku ini beliau memberi prolog atas buku tersebut. Yang kedua, saya datang untuk membincang beberapa hal, terkait inovasi dan layanan publik pasca pertemuan di Indonesia Development Forum (IDF) di Jakarta kemarin. Di mana kami berdua menjadi pembicaranya,” ujar Afrianto Nurdin kepada luwuutarakab.go.id.

Pada pertemuan yang berlangsung santai tersebut, Afrianto berdiskusi dengan orang nomor satu di Luwu Utara itu terkait bentuk-bentuk inovasi dan pengembangan yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara saat ini. “Ternyata Pemda Luwu Utara telah melakukannya beberapa tahun yang lalu yang diawali dengan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan pembangunan,” ujar pemuda yang akrab disapa Afri ini.

Masyarakat Lutra, kata Afri, tidak sekadar dilibatkan dalam proses perencanaan, tetapi juga ikut terlibat dalam melakukan pengawasan aktif dari berbagai program yang didorong pemerintah. “Sejauh ini, Pemda Lutra telah melakukan kerjasama dengan beberapa lembaga penelitian untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat dalam beberapa aspek, di antaranya bekerja sama dengan LIPI, ICW dan KPK dalam mengukur indeks persepsi korupsi di Lutra,” terangnya.

Ia juga memaparkan persoalan pengembangan ekonomi dengan berbagai program pemerintah yang masih perlu dievaluasi, khususnya dalam pengembangan kapasitas UMKM. Menurutnya, banyak program yang digelontorkan tapi tidak memberi hasil yang baik. “Salah satu inovasi yang kita dorong adalah pentingnya mapping stakeholder dan UMKM, sehingga Pemda bisa memahami potensi yang tepat untuk dikembangkan di masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, merasa senang dan bangga atas pemberian buku Afrianto yang berjudul “Paradoks Reformasi.” Kata Indah, tidak semua orang bisa menulis dan melahirkan buku seperti itu. “Terima kasih atas buku ini. Kamu patut berbangga karena sudah melakukannya. Saya saja punya tulisan masih terhambur, sehingga belum dibukukan. Saya kira adik ini luar biasa,” tutur Indah kepada Afrianto.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, dalam buku “Paradoks Reformasi” dengan sub judul “Suatu Gugatan dan Refleksi” menulis prolog di cover buku tersebut. Dalam prolog tersebut, Indah berkata: “Buku ini perlu dan penting untuk dibaca karena bukan hanya mengungkap persoalan yang dihadapi bangsa ini, tetapi juga menyajikan beberapa alternatif sebagai agenda aksi ke depannya”. (LH/HMS)

Pos terkait