Pintu Digedor Tak Ada Jawaban, Akhirnya Didobrak, Koes Hendratmo Ternyata Telah Meninggal Dunia

  • Whatsapp

MEDU-ONLINE | Presenter kondang TVRI yang juga penyanyi lawas, Koes Hendratmo dikabarkan meninggal dunia dalam usia 78 tahun, Selasa (07/09/2021).

Kabar duka ini disampaikan presenter lawas, Tantowi Yahya.

Bacaan Lainnya

Tantowi belum mengetahui apa penyebab Koes Hendratmo meninggal dunia.

Hanya saja, menurutnya, Koes ditemukan sudah tak bernyawa oleh asisten rumah tangga yang biasa mengurus rumah.

“Pembantu, yang biasa datang pagi, tekan bel dan telepon, tapi enggak ada jawaban. Setelah pintu dibuka paksa, ditemukan Mas Koes sudah tidak ada,” ujar Tantowi melansir Kumparan, Selasa siang.

Terkait pemakaman Koes, Tantowi belum dapat memastikan. Ia masih menunggu kabar selanjutnya dari pihak keluarga Koes.

Sementara itu, kepergian Koes untuk selama cukup mengejutkan.

Sebab, pada 20 Mei lalu, Koes baru saja ditinggal selamanya oleh istri tercinta, Aprilia Puspitawati. Aprilia diketahui meninggal di usia 52 tahun.

Presenter Berpacu dalam Melodi ini telah membangun rumah tangga bersama Aprilia sejak 14 Januari 2007.

Keduanya baru saja memperingati ulang tahun ke-14 pernikahan pada Januari lalu.

Selain karier musik, pria kelahiran Kediri, Jawa Timur, 9 Februari 1943, ini juga dikenal sebagai pembawa acara.

Salah satu acara televisi yang melambungkan namanya adalah kuis Berpacu Dalam Melodi.

Koes Hendratmo meninggalkan tiga orang anak, dua di antaranya mengikuti karier Koes di industri musik, mereka adalah Anda Perdana dan Bonita.

Koes Hendratmo menjadi salah satu penyanyi yang memperhatikan nasib para pelaku seni.

Ia pernah aktif sebagai Ketua Prisindo, yakni sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bertujuan guna melindungi hak-hak para pelaku seni dengan mengelola, mengumpulkan, sekaligus mendistribusikan royalti kepada para pemusik.

“Ya ini kerjaan kita, perjuangin hak para seniman. Baik yang sudah meninggal, baik yang sedang melangit di negeri ini. Itu yang kita perjuangkan,” kata Koes, seperti dikutip dalam wawancara Kompas.com pada 2017 silam.

Koes Hendratmo turut memperjuangkan masalah royalti musik para pelaku seni. (*)

Pos terkait