Polisi di Mamuju Tewas Saat Bantu Warga Evakuasi Korban Banjir

  • Whatsapp

Mamuju – Aipda Nurman (38), anggota Satuan Lalu Lintas Polres Mamuju, Sulawesi Barat, tewas saat mengevakuasi korban banjir. Aipda Nurman tertimpa bangunan yang runtuh karena derasnya air.

Banjir tersebut terjadi Kamis (22/8) lalu. Polisi yang baru selesai apel pagi langsung turun ke lapangan karena air naik dengan sangat cepat.

“Saat banjir Polri dan TNI turun. Air deras banget, tiba-tiba kan, cepat naiknya. Pada waktu itu pas selesai apel, ada ibu-ibu lari-lari, ‘Pak tolong, Pak, anak saya di atas genteng, banjir, Pak, semuanya pada ke sana kan,” kata Kapolres Metro Mamuju AKBP M Rivai Arvan tulis Detik, Minggu (25/3/2018).

Anggota pun berpencar. Aipda Nurman bergerak ke lokasi banjir yang tidak jauh dari rumahnya. Lalu, ada warga yang minta tolong untuk mengevakuasi istrinya ke Aipda Nurman.

“Dia sambil jalan (untuk menolong warga) memeriksa saluran air yang tersumbat itu kan. Begitu dia di dekat gorong-gorong, tertimpa tembok,” ujarnya.

Aipda Nurman langsung dievakuasi termasuk dibantu oleh anggota TNI Angkatan Laut. Lalu, Aipda Nurman dirujuk ke rumah sakit Mitra Minkarra selama dua hari namun nyawanya tak tertolong.

“Dua hari di rumah sakit, dua hari itu koma, sudah nggak sadar. Kena batang otaknya,” ujarnya.

Aipda Nurman sudah dikebumikan Sabtu (24/3) kemarin. Almarhum meninggalkan istri dan tiga anak.

“Meninggalkan 3 orang putra. Anaknya masih kecil, masih usia seminggu. Mau akikah minggu ini,” ujarnya.

Arvan mengatakan Aipda Nurman merupakan sosok yang ramah dan mudah bergaul. Aipda Nurman juga dikenal ramah ke siswa.

“Salah satu contoh kecilnya begini, lagi atur lalu lintas di depan sekolah itu, anak-anak itu ditanya, ‘eh kamu sudah punya pulpen belum, dikasih pulpen. dia sengaja beli pulpen banyak. Itu salah satu kebaikan dia. Itu saya dengar dari warga sendirui yang cerita ke saya,” tuturnya.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada dua kecamatan yaitu Simboro dan Mamuju yang terendam banjir Kamis (22/4) lalu. Banjir ini akibat hujan dengan intensitas tinggi sehingga menyebabkan Sungai Rimuku, Sungai Karema, dan sungai Mamunyu meluap bersamaan air pasang laut.(Ist/DT/*)

Pos terkait