MEDU.ONLINE.PALOPO – Potensi hujan lebat diprediksi bakal terjadi di Kota Palopo, Minggu 11 Juli 2021..
Hal tersebut mengacu prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Di mana dalam rilis BMKG, prediksi tersebut berlaku 10 Juli 2021 pukul sampai 11 Juli 2021.
Ada 9 daerah di Sulsel yang berpotensi bakal diguyur hujan lebat, termasuk Kota Palopo dengan status waspada.
Selain Palopo, enam daerah dengan status waspada yaitu Toraja Utara, Tana Toraja, Pinrang, Luwu, Enrekang dan Sidrap.
Sedangkan dua daerah dengan status siaga yaitu Kabupaten Luwu Utara dan Luwu Timur.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palopo, Antonius Dengen mengimbau warga Kota Palopo untuk tetap berhati-hati.
Utamanya bencana banjir dan tanah longsor. Mengingat beberapa titik di Kota Palopo yang rawan banjir dan tanah longsor.
“Sesuai dari prediksi BMKG kita masuk status waspada, jadi warga diminta untuk waspada dan tetap berhati-hati. Baiknya tidak usah keluar rumah jika tidak ada urusan yang terlalu penting,” kata Antonius kepada wartawan, Sabtu (10/7/21) malam.
Selain bencana banjir dan longsor, bencana angin puting beliung juga patut diwaspadai kata dia.
“Kita tidak tahu kondisi cuaca yang bisa terjadi, tapi sesuai prediksi dari BMKG jadi kita tetap harus waspada,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Kamis (8/7/21) malam lalu, terjadi longsor di KM 11 Kelurahan Battang, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo.
Longsor terjadi di bahu jalan penghubung antara Kota Palopo dan Kabupaten Toraja Utara itu, disebabkan karena curah hujan tinggi.
“Beberapa hari lalu terjadi longsor di Kelurahan Battang, itu karena curah hujan tinggi. Tapi dampak longsor sudah ditangani atas koordinasi dengan pihak balai jalan provinsi. Namun warga tetap diminta untuk waspada,” ujar Antonius.
Ia memetakan beberapa kecamatan di Palopo sesuai dengan kerawanan masing-masing.
Untuk bencana banjir wilayah yang rawan yakni Kecamatan Telluwanua seperti Kelurahan Pentojangan, Kelurahan Salubattang dan Kelurahan Jaya.
Beberapa titik ini waspada luapan dari Sungai Salubattang yang sewaktu-waktu airnya bisa meluap.
Juga ada Kecamatan Wara meliputi Kelurahan Pajalesang, Kelurahan Ammasangan dan Tompotikka. Dan Kecamatan Salobulo meliputi Kelurahan Salobulo dan Balandai. Titik ini rawan air genangan air dari luapan drainase.
Sedangkan untuk tanah longsor, titik yang perlu antisipasi yakni Kecamatan Telluwanua meliputi Kelurahan Mancani dan Kelurahan Pentojangan.
Kemudian Kecamatan Wara Barat seperti Kelurahan Padang Lambe, Lebang, Battang dan Battang Barat. (*)






