Siapakah Ricky Pratama? Wonderkid PSM Makassar U-18, yang Dalam 12 Laga di EPA 2021 Sukses Bukukan 21 Gol

  • Whatsapp
MEDU-ONLINE | Striker muda usia, jebolan Akademi PSM Makassar U-18, Ricky Pratama, kini menjadi pusat perhatian di turnamen MOLA Elit Pro Academy (EPA) 2021.
Betapa tidak, berkat 21 golnya dalam 12 laga di event itu, Ricky dikabarkan dilirik Timnas U-18 dan dipanggil coach Shin Tae-yong.
Saat ini Ricky memimpin daftar Top Skor sementara, jauh meninggalkan peringkat kedua yang juga asal pemain PSM Makassar, yakni Dzaki Aswaf dengan torehan 8 goal.
Jumlah goal ini bahkan melebihi Top Skor EPA U18 musim lalu milik striker Bali United, I Kadek Dimas yang menciptakan 16 goal sepanjang musim.
Jumlah Goal Ricky Pratama berpeluang masih akan bertambah karena EPA U18 baru berjalan setengah musim.
PSM Makassar U18 sendiri saat ini tengah berjaya dengan 12 pertandingan yang sudah dijalani, dengan hasil 10 kemenangan dan 2 hasil imbang.
Kini, Ricky Pratama masuk radar STY, ia dikabarkan dipanggil masuk TC Timnas U-18 tahap ketiga beberapa waktu lalu.

Sementara, PSM Makassar U-18 menegaskan konsistensinya di kompetisi tahun ini, terbukti dengan mengokohkan dirinya di puncak klasemen grup dengan koleksi 32 poin.

Pasukan Ramang Muda menghancurkan Persik Kediri dengan skor telak 6-1. Top skor sementara klub, Ricky Pratama kembali sukses mencetak hattrick di menit ke-19’, 45’ melalui titik penalti dan 55’.
Gol lainnya berasal dari Muhammad Rafli Asrul menit ke-48’ dan 58’, serta satu gol lagi dari Muh. Dzaki Asraf Huwaidi pada menit ke-51. Sementara satu gol Persik berasal dari Wigi Pratama melalui kotak penalti di menit ke-76.
Hattrick Ricky juga mengokohkan dirinya di puncak top skor sementara kompetisi musim ini.
Ditambah lagi saat Akademi PSM Makassar U-18 menahan imbang Persik 2-2 di laga dengan sistem home-away dan dilaksanakan 2 series di EPA 2021 ini.  Di Jumat kemarin ini, Ricky kembali mencetak 2 gol.
“Tentu saya senang dengan raihan ini. Terpenting adalah tim kami bisa memenangkan pertandingan, babak pertama memang sulit, kami hanya bisa mencetak satu gol. Namun berbeda ketika di babak kedua, kami sudah mengerti cara main lawan, dan memenangkan laga,” kata Ricky.
(*)

Pos terkait