Terima Rekomendasi B1-KWK Gerindra, Arsyad Kasmar: Satu Persatu Tuduhan Mereka Rontok dengan Sendirinya

MEDU.ONLINE | Secara sederhana, prosesi penyerahan rekomendasi B1-KWK dari Partai Gerindra kepada 10 bakal calon kepala daerah di Sulsel akhirnya digelar.

Di Pilkada Serentak 2020 ini, salah satu yang cukup menonjol adalah bakal calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Utara, H. Arsyad Kasmar – Andi Sukma (AKAS).

Rekomendasi bagi pasangan AKAS itu diberikan di Hotel Claro Jalan AP Pettarani Makassar, Sabtu (29/8/2020), malam, dan turut dihadiri Waketum DPP Partai Gerindra, Edhy Prabowo, yang juga Menteri Kelautan dan Perikanan.

Ketua DPD Gerindra Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras saat menyerahkan rekomendasi B1.KWK, menyebut jika pasangan AKAS di Luwu Utara itu berhak dan layak untuk maju bertarung menantang Petahana bupati Indah Putri setelah mempelajari hasil Survei internal partai besutan Prabowo Subianto itu.

“Khusus untuk Pilkada Luwu Utara, peluang AKAS sangat besar dan terbuka, setelah melihat pemetaan hasil Survei internal partai kami, ternyata hasil survei Bakal Calon Petahana tidak sebesar ekspektasi jika mendengar cerita orang dan Pencitraan selama ini, selisihnya juga tipis, apalagi wakil bupatinya yang mau maju juga, jauh sekali (selisihnya), maka dari itu Gerindra dengan pertimbangan Survei dan elektabilitas, memberikan rekomendasi B1.KWK untuk dipakai AKAS mendaftar di KPU,” ungkap Andi Aras.

Lanjut dia, “AKAS dengan hasil survei yang bagus, padahal mesin-mesin partai saja belum bekerja maksimal, apalagi nanti, maka kami tegaskan, bahwa AKAS ini sangat potensial memenangkan Pilkada Lutra, pasangan ini “enak dijual” karena tidak punya beban masa lalu dengan problem di Lutra saat ini, beda dengan 2 Kandidat lainnya yang masih memerintah, dan dianggal gagal menyejahterakan dan memakmurkan rakyat,” Andi Aras memungkas.

Sedangkan Arsyad Kasmar yang hadir bersama Andi Sukma, menyebut pujian orang nomor satu di Gerindra Sulsel itu adalah dorongan penyemangat ia dan timnya untuk bekerja lebih keras dan gigih lagi ke depan.

“Gerindra memilih AKAS bukan ujug-ujug (tiba-tiba, red), tapi lewat penjaringan dan survei internal di lapangan, jadi tidak asal-asalan sekedar ikut rame di Pilkada,” beber Arsyad Kasmar usai acara penyerahan.

“Alhamdulillah, penyerahan B1.KWK ini akhirnya mematahkan tuduhan orang selama ini. Tetapi, kepada mereka yang suka memfitnah dan bilang AKAS “mati colli” kami sudah maafkan, bahkan kami ajak untuk ikut bergabung,” imbuhnya.

“Kami menerima dengan lapang dada, jika ada yang ingin hijrah. Tak perduli ia simpatisan Idaman atau Rumah Kita, AKAS milik semua golongan, AKAS merendah di bumi, tak perlu tinggi bagai matahari, juga tak perlu memuji diri sendiri dan mengaku idaman. AKAS hanyalah pembawa Harapan Baru, rumah bersama semua rumpun, suku, agama, etnis dan golongan,” kunci Arsyad.

Tanggal surat Rekom B1-KWK Pasangan AKAS:

1. Hanura tanggal 6 April 2020

2. PKS tanggal 28 Juli 2020

3. Gerindra tanggal 28 Juli 2020

Jumlah kursi: 9

(*)

Pos terkait