Tiga Wilayah Terpencil di Lutra Bakal Dijadikan Kawasan Pertumbuhan Ekonomi Baru

  • Whatsapp

Masamba — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara terus bergerak simultan, bersinergi dan berkolaborasi dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur, utamanya jalan, di tiga wilayah terpencil nan terisolir di Kabupaten Luwu Utara, yaitu Kecamatan Rongkong, Seko dan Rampi.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, saat memberikan sambutan pada Sidang Paripurna DPRD Dalam Rangka Hari Jadi XX Kabupaten Luwu Utara mengungkapkan sebuah gagasan besar Pemprov Sulsel untuk menjadikan tiga wilayah terisolir tadi menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Selatan.

“Hal ini sangat memungkinkan, melihat potensi dan posisi strategis tiga wilayah ini yang berada pada kawasan segitiga pertemuan Sulsel, Sulbar dan Sulteng,” ungkap IDP. Gagasan besar ini sulit terealisasi jika tak ada intervensi anggaran dalam rangka membuka akses transportasi jalan, mengingat tiga wilayah ini medannya cukup sulit.

“Alhamdulillah, bapak Gubernur melalui APBD Provinsi mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan infrastruktur di Luwu Utara, khususnya di tiga kecamatan terisolir,” ungkap IDP. Tiga kecamatan terisolir ini, kata IDP, tetap akan mendapat perhatian khusus utamanya penyediaan infrastruktur jalan.

“Pembukaan jalan lintas kabupaten dan lintas provinsi di Seko dan Rampi terus kita lakukan, di antaranya ruas Sabbang Tallangsae – Kalumpang Sulbar, ruas Parahaleang (Seko) – Kalamanta   Sigi Sulteng serta ruas Masamba – Rampi yang dilaksanakan secara simultan sejak 2016 lalu,” beber Bupati perempuan pertama di Sulsel ini.

Apa yang disampaikan IDP setali tiga uang dengan apa yang disampaikan Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dalam sambutannya saat Sidang Paripurna DPRD. Tampil berpakaian adat, Sudirman mengatakan, Pemprov terus memaksimalkan bantuan dan mendorong percepatan pembangunan di wilayah terisolir, seperti Rongkong, Seko dan Rampi.

“Kita terus memaksimalkan bantuan guna membuka akses saudara kita di tiga wilayah tersebut. Insya Allah, kita masih pegang pedal gas, rem dan setir,” ujarnya. Untuk itu, Wagub berusia 36 tahun ini berharap agar seluruh pemerintah, baik pusat, provinsi dan kabupaten/kota untuk mengedepankan yang namanya kolaborasi dan sinergi.

“Dengan berkolaborasi dan bersinergi, insya Allah, kita membangun berdasarkan prioritas. Prioritas yang paling tipikal tentunya adalah wilayah terisolir. Ini yang akan kita kerjakan dulu karena menjadi priotitas. Saya sudah minta perencanaan prioritas, seperti jalan Seko dan Rampi, karena memang ini sangat mendesak untuk kita kerjakan,” pungkasnya.

(LH/HMS)

Pos terkait