Ini Penyebab Pendapatan RSUD Sawerigading Palopo Menurun

  • Whatsapp

MEDU-ONLINE.PALOPO — Pandemi Covid-19 ini berikan pengaruh ke berbagai sektor termasuk RSUD Sawerigading Kota Palopo, dimana mengalami penurunan pendapatan di tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama (Dirut) RSUD Sawerigading Kota Palopo, dr Nazaruddin Nawir, SpOG dalam rapat monitoring dan evaluasi (Monev) yang digelar bersama anggota Komisi I DPRD Palopo, di Kantor DPRD Palopo, Rabu 14/4/2021.

“Semenjak adanya pandemi covid-19, pendapatan kami berkurang hingga 50 persen. Penurunan pendapatan ini terbilang signifikan yang sangat berbeda dengan tahun sebelumnya,” kata dokter ahli kandungan ini di hadapan anggota DPRD.

Sebelumnya, sebutnya, pihak RSUD memperoleh pendapatan Rp102 Miliar dari target yang ditetapkan Rp94 Miliar.

Kondisi pendapatan ini pun saat ini sangat berbeda dikarenakan pandemi. Itu karena kurangnya masyarakat untuk menjalani rawat inap dan lebih memilih rawat jalan saja.

“Jadi penurunan pendapatan ini dikarenakan masyarakat yang kurang melakukan rawat inap semenjak pandemi ini berlangsung.

Padahal sebelumnya kami bisa merealisasikan pendapatan Rp7 Miliar hingga Rp8 Miliar tiap bulannya,” bebernya.

Tahun ini, RSUD dapatkan anggaran Rp32 Miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pengadaan alkes dalam menunjang pelayanan kepada masyarakat.

“Anggaran ini semata-mata untuk pengadaan alkes saja, Untuk kegiatan fisik tidak ada,” tambahnya.

Untuk itu, mereka mengajak agar semua stakeholder bisa berperan dalam mendorong pendapatan RSUD yang belakangan ini merosot pendapatannya.

“Inilah yang kami pikirkan sekarang bagaimana langkah-langkah yang harus kami lakukan agar supaya kembali meningkatkan pendapatan RSUD,” tandas dr Nazaruddin, didampingi Direktur Keuangan RSUD, Haifa. (RM)

Pos terkait