BNN Palopo Gelar Bimtek Penggiat Anti Narkoba Instansi Swasta

KOTA PALOPO — BNN Palopo menggelar rapat kerja dalam rangka Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba Instansi Swasta, dengan tema melalui kegiatan bimbingan teknis penggiat Anti Narkoba kita tingkatkan keterampilan stakeholder untuk mewujudkan lingkungan kerja bebas dan bersih tanpa Narkoba, yang dilaksanakan di Hotel Harapan, Senin 29 April 2019.

Dalam sambutan ketua BNN Ismail Husain menyampaikan Pembangunan berwawasan anti narkoba pada hakekatnya adalah suatu upaya yang dilakukan secara sistematis terorganisir dan terencana yang dilakukan oleh semua pemangku kebijakan termasuk pemangku kebijakan di lingkungan kerja instansi swasta dan perbankan dalam rangka meningkatkan kapasitas para pemangku kebijakan untuk mau peduli serta terampil secara bersama-sama integrasikan program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan Peredaran gelap narkoba P4GN dalam lingkungan kerja guna mewujudkan lingkungan kerja yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan dan Peredaran gelap narkoba

“Kegiatan bimbingan teknis penggiat anti narkoba di lingkungan kerja swasta yang berlangsung pada hari ini adalah dimaksud sebagai upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan penggiat anti narkoba melalui implementasi program di lingkungan masing-masing dengan harapan akan tumbuh semangat serta keterlibatan dalam bidang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan Peredaran gelap narkoba”

Peran dan upaya BNN Kota Palopo sebagai lembaga vertikal yang menggerakkan program P4GN di daerah akan terus dilakukan dan dikembangkan sesuai situasi dan kondisi yang berkembang di masyarakat sehingga harapan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan bebas narkoba dapat terwujud di masa yang akan datang

Sambutan Walikota Palopo dalam hal ini di wakili oleh Kesbangpol Baso Sulaiman menyampaikan
Ancaman bahaya penyala gunaan Narkoba di Indonesia semakin hari semakin memprihatinkan.

“Ada 2 ancaman yang sangat berbahaya yang di dunia ini, yaitu Ancaman militer dan non militer, ancaman militer dapat di prediksi gejalanya akan tetapi ancaman narkotika tidak dapat di deteksi ancamannya dan mengancam seluruh kalangan lapisan masyarakat”

Melalui berbagai program dan kegiatan yang dilakukan diharapkan dapat meminimalisir dan mempersempit ruang gerak kejahatan narkoba, berdasarkan survei penyalagunaan narkoba di Indonesia yang dilakukan oleh BNN bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia tahun 2017 di ketahui bahwa lebih dari separuh penyalahgunaan narkoba yaitu sebanyaj 57% di temukan di kelompok pekerja dan sebanyak 24% berasal dari pelajar.

“Untuk itulah kali ini yang di undang adalah Pimpinan perusahaan swasta mudah-mudahan bisa berperan untuk mencegah bahaya penyalah gunaan narkoba karena paling banyak penyalah gunaan narkoba di kalangan kelompok pekerja.”

Lanjut Baso Sulaiman mengatakan “Mudah-mudahan dengan adanya Inpres dan Kemendagri yang baru yang memberikan juga tanggung jawab yang besar kepada pemerintah melalui Kesbangpol mudah mudahan nanti kita bisa memiliki sebuah wadah pembinaan, melihat penomena yang saat ini terjadi yang berkembang bukan hanya obat-obat, yang berupa obat kimia tetap juga yang berasal dari lem yang disalah gunakan, di kalangan para pelajar”

(Humas)

Pos terkait