Diputus hubungan, Pemuda di Torut Ditemukan Tewas Gantung Diri

MEDU-ONLINE.TORAJA — Ditemukan seorang pemuda bunuh diri dengan cara yang tragis, di Kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Adalah, seorang pemuda HA (25), ditemukan tewas gantung diri di teras rumahnya.

HA yang kesehariannya bekerja sebagai karyawan minimarket, diperkirakan meninggal Jumat malam (23/7).

Jasadnya pertamakali ditemukan oleh neneknya HA, yaitu Maria (80).

“Kejadiannya kemarin malam, korban pertama kali ditemukan oleh neneknya,” kata Ps Kanit Polsek Sopai, Bripka Adi Harjuwinata dalam keterangannya dilansir dari media daring lokal Toraja.

Adapun kronologi kejadian, sebelumnya korban dan saksi masih bercerita di emperan rumah. Tak lama setelah itu, saksi pergi ke dapur untuk memasak.

Namun setelah memasak dan menuju ke emperan rumah, saksi melihat korban sudah dalam posisi tergantung menggunakan seutas tali.

Saksi yang kaget berteriak minta tolong hingga ayah dan paman korban datang.

Setelah berhasil di evakuasi, korban lalu dilarikan ke rumah sakit (RS) Elim Rantepao, Toraja Utara.

Nahas, tak lama setelah tiba di rumah sakit korban dinyatakan meninggal dunia.

Sementara, berdasarkan keterangan pacar korban kepada polisi, diduga korban nekat mengakhiri hidupnya karena depresi.

Dimana, dua hari sebelum kejadian korban dan pacarnya bertengkar.

Pertengkaran dipicu karena pacar korban ingin memutuskan hubungan karena berbeda keyakinan.

“Dua hari yang lalu korban dan pacarnya bertengkar terkait masalah hubungan mereka,” ujarnya.

Saat ini, korban telah berada di rumah duka.

Keluarganya telah mengikhlaskan kejadian tersebut dan menolak untuk dilakukannya proses autopsi.

Sebagai informasi, kasus bunuh diri jadi salah satu fenomena sosial yang paling menonjol selama tahun 2020 di Kabupaten Toraja Utara dan Tana Toraja.

Kepolisian Resor (Polres) Toraja Utara mencatat, ada 16 kasus bunuh diri yang terjadi di wilayah Toraja Utara selama tahun 2020.

“Ada 16 kasus bunuh diri yang terjadi di Toraja Utara selama Januari-Desember tahun 2020,” ungkap Kapolres Toraja Utara, AKBP Yudha Wirajati, dalam konferensi pers akhir tahun di Mapolres Toraja Utara, akhir tahun 2020.

Kapolres mengatakan, belasan warga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tidak wajar itu disebabkan berbagai faktor. Mulai dari masalah ekonomi, hingga asmara.

Karena kasus bunuh diri cukup banyak, Kapolres mengimbau kepada tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda untuk memberikan perhatian penuh terhadap masalah ini.

“Fenomena sosial kasus bunuh diri ini merupakan masalah bersama kita semua,” terang AKBP Yudha Wirajati. (*)

Pos terkait