Kehadiran Bandara Seko Sangat Membantu Masyarakat Luwu Utara

  • Whatsapp

MEDU-ONLINE LUWU UTARA – Seko merupakan salah satu kecamatan terpencil di kabupaten Luwu Utara, yang di atas ketinggian 1.450 meter di atas permukaan laut dan berada di segitiga perbatasan antara propinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi barat dan Sulawesi tengah.

Selain itu pula, Infrastruktur dan akses jalan darat yang belum memadai di erah kini, hingga membuat arus pergerakan masyarakat dan barangpun menjadi sulit, sehingga dengan hadirnya transfortasi udara di daerah itu sangat membantu kebutuhan masyarakat.

Bandara Seko merupakan bandara perintis yang melayani rute penerbangan Seko masamaba, Seko palu, dan Seko Toraja, yang menggunakan pesawat jenis Grand Caravan oleh Susi air yang bermuatan 12 penumpang.

Dengan hadirnya transportasi udara lewat Bandara Seko dapat membantu perekonomian masyarakat, yang kini dapat dengan mudah memperoleh kebutuhan logistik tiap hari.

Kehadiran bandara seko sangat dirasakan oleh masyarakat Seko pada umumnya, mulai dari kebutuhan pokok yang tidak terlalu mahal, kerna diangkut melalui pesawat perintis cargo.

Pada saat di temui di ruangannya (Selasa/25/05/2021)

Kepala Bandara Seko, Muammar Assidiqi saat ditemui awak media menjelaskan bahwa angkutan perintis cargo sudah beroperasi sejak Maret 2018 lalu. Di bukannya angkutan perintis cargo ini bertujuan untuk mempermudah arus pendistribusian kebutuhan logistik ke daerah Seko, serta dapat menekan disparitas harga di kec Seko yang terbilang sangat tinggi.

“Harga kebutuhan pokok di daerah tersebut ditentukan berdasarkan kesulitan dalam membawa barang dari masamba, jika tingkat kesulitannya tinggi maka harganya juga menjulang tinggi, mengingat jarak Kecamatan Seko dengan ibu kota Kabupaten Luwu Utara (masamba) 126 kilo meter,” ungkapnya, Selasa (25/5/2021).

Kepala Bandara melanjutkan namun karena akses darat masih sangat terbatas dan sulit, hingga memakan waktu yang lama, apalagi bila musim penghujan.
kondisi seperti ini membuat pengiriman logistik lewat jalur daratpun lebih sulit, oleh kerna itu, dengan hadirnya angkutan perintis cargo di Luwu Utara memiliki dampak yang sangat luar biasa bagi perekonomian masyarakat Seko.

“Perlu diketahui saat ini bandara Seko memiliki runway sepanjang 1000 X 23 meter dan direncanakan akan dikembangkan sesuai tahapan master plan PM 23 tahun 2021 tentang rencana INDUK bandara udara Seko di Kabupaten Luwu Utara, sebagai kepala bandara udara baru di seko, Muammar tidak hanya melanjutkan program pekerjaan yang sudah berjalan, tapi juga berupaya untuk meningkatkan pelayanan yang maksimal di bandara udara Seko,” kuncinya.

Pos terkait