MEDU-ONLINE | Mewakili Walikota Palopo, Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Setda Kota Palopo, Ishaq Iskandar, yang didampingi Kadis Pemuda dan Olahraga, Zulkifli, membuka Pelatihan Tata Boga dalam rangka meningkatkan kesejahteraan kemandirian dan martabat para pemuda penyandang disabilitas.
Kegiatan yang mengusung tema “Kami Mampu, Kami Bisa Dengan Keterbatasan Yang Kami Miliki” tersebut dilaksanakan di UPT SLB Negeri 1 Palopo, Jl. Domba/Lorong SPMN 5 Palopo, Kelurahan Temmalebba Kecamatan Bara Kota Palopo.
Hariati, S.Pd. M.M., Ketua Yayasan Penyandang Anak Berkebutuhan Khusus (YPAB) Kota Palopo, menyampaikan kegiatan tersebut merupakan kerjasama dari kementerian pemuda dan olahraga dan diikuti 50 orang peserta dari 4 ketunaan, yakni tuna rungu, tuna grahita, tuna daksa dan tuna netra.
“Dengan ini kita berharap bisa kembangkan kemampuan yang diperoleh agar bisa mandiri dan meningkatkan perekonomian untuk menunjang kehidupan anak berkebutuhan khusus,” ungkap Hariati.
“Kemandirian perlu diperhatikan agar merek bisa menjadi seperti apa, mereka bisa lakukan sesuatu sesuai kemampuan mereka, sesuai talenta mereka, agar mereka mampu berbuat seperti apa diluar sana,” lanjutnya.
Sementara itu, walikota palopo dalam sambutannya yang disampaikan Asisten 3, Ishaq Iskandar, mengungkapkan bahwa anak disabilitas itu punya potensi yang luar biasa. Jangan lihat kekurangan yang dimiliki tapi mereka pasti mempunyai kelebihan.
Asisten 3 melanjutkan, pada prinsipnya, setiap warga negara Indonesia, dimanapun, dalam kondisi apapun, berhak memperoleh kesempatan yang sama, untuk mengembangkan diri, melalui berbagai keterampilan atau pendidikan yang diberikan pemerintah atau pihak-pihak lain yang peduli, untuk peningkatan kemampuan di berbagai bidang.
Begitu pula saudara-saudara kita penyandang disabilitas yang ada di kota Palopo berhak mendapat kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri dan produktif.
“Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya jiwa kewirausaan yang nantinya dapat meningkatkan taraf hidup, baik pendapatan ekonomi dan tercapaiya kesejahteraan penyandang disabilitas,” jelasnya.
Lanjutnya, penyandang disabilitas adalah warga negara yang punya kewajiban dan hak yang sama dengan warga lainnya, termasuk hak peningkatan kompetensi dan produktifitas.
Karenanya, saya mengajak kita semua untuk berkomitmen meningkatkan produktifitas dan kualitas kerja bagi kaum disabilitas di bidang apa saja. Karena produktifitas adalah kunci kemajuan suatu daerah. (rls)






