MEDU-ONLINE, PALOPO – Pengerjaan Jembatan Miring (Jemmir) yang retak dan nyaris ambruk ditarget selesai paling lama dua pekan.
Terhitung sejak dimulainya pekerjaan Rabu (3/11/21).
Jembatan yang terletak di poros Trans Sulawesi perbatasan Palopo dan Walenrang Luwu itu ditangani oleh Balai Besar Jalan Nasional (BBJN).
Sedangkan pelaksana kegiatan proyek tersebut adalah PT Hutama Karya (HK).
Terpantau Rabu siang, 3 alat berat excavator tengah melakukan pengerukan aliran sungai.
Aliran sungai akan dialihkan ke sisi bagian selatan. Setelah itu, menunggu sisi utara sungai kering, kemudian abuftmen atau tiang penyangga jembatan dikerjakan.
“Kita usahakan 10 hari bisa selesai jika tidak ada halangan,” kata Kepala Bidang Preservasi II BBJN M Ali Duhari.
Pihaknya menargetkan paling lama pengerjaan dua pekan. Jembatan ini menjadi perhatian serius, karena merupakan jalur utama antar provinsi.
Setelah aliran sungai dialihkan, abuftmen jembatan yang sempat tergerus air, akan dipasangi batu/fondasi sebagai penahan.
Setelah itu, dipasangi bronjong di sisi hulu dan hilir.
Rabu siang, sudah didatangkan tiang safety.
Tiang safety tersebut berfungsi sebagai penyangga sementara jembatan saat proses pengerjaan berlangsung.
Kini jembatan ditutup untuk akses kendaraan roda empat.
Pengemudi dialihkan ke dua jalur alternatif yang telah ditentukan. (*)





