Serba Serbi SBJ Cup V: Dari Jalan Trans yang Macet Sepanjang 1 KM Hingga Penonton Panjat Pohon

  • Whatsapp

WALENRANG — Banyak kisah menarik sepanjang Turnamen Syukur Bijak Cup V digelar yang hingga hari ini sudah memasuki hari ke 7.

Setiap harinya, sedikitnya 5.000-an penonton yang datang memenuhi segiempat lapangan Pallempang Batusitanduk, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu.

Bacaan Lainnya

Seperti yang terlihat di akhir pekan ini, Sabtu 14/10. Lapangan kembali disemuti penonton yang datang dari berbagai penjuru desa hingga kota se Luwu Raya. Bahkan ada yang jauh-jauh datang dari Kolaka, Sidrap, Toraja sampai Makassar demi menyaksikan idolanya berlaga diatas rumput hijau.

Meskipun grade turnamen Syukur Bijak Cup V ini masih tergolong dalam “tarkam” namun dari 24 tim yang ikut berlaga ada diantaranya yang sampai mengontrak pemain asing, Panbers FC misalnya. Selain pemain lokal eks tim-tim elit di Liga 1 maupun Liga 2 dan Liga 3. Mungkin, inilah daya tarik tersendiri mengapa penonton sampai rela berpanas-panasan menyaksikan olahraga hiburan rakyat ini.

Saat pertandingan di hari keenam misalnya Jumat, 13/10 kemarin. Penonton membeludak sampai menyesaki podium Lapangan Pallempang. Jalan Trans Sulawesi bahkan sampai macet parah sepanjang 1 kilometer. Ribuan kendaraan yang parkir memenuhi badan jalan dan rumah-rumah warga.

Paling tidak, turnamen ini mendatangkan berkah tersendiri bagi pedagang kecil yang berjualan di sekitar lokasi turnamen. Seperti yang dialami Mama Saldi, seorang pedagang air dan makanan ringan. Setiap hari pukul 14.00 sudah stand bye menjajakan jualannya di tepi jalan. Warga Pabuntang ini mengaku senang karena sepekan ini ia bisa membawa pulang keuntungan hasil jualannya demi memenuhi kehidupan ia dan keluarga kecilnya.

 

Ulah dan tingkah penonton juga menjadi perhatian awak media. Mereka tak jarang nekad memanjat pohon demi dapat menyaksikan turnamen ini dengan nyaman dan tanpa penghalang akibat berjubelnya penonton di tepi lapangan. Ardi misalnya. Pelajar SMPN 2 Lamasi ini nekad memanjat pohon hanya untuk lebih leluasa menyaksikan turnamen yang termasuk langka dan sangat jarang diadakan ini.

“Saya manjat karena saya pendek, penonton banyak, kalau terlambat datang kita sudah tidak bisa lihat, yang nonton badannya tinggi-tinggi jadi saya terpaksa manjat saja,” ucap Ardi sambil tertawa.(*)

Tonton Videonya:   

Jiwa yang Sehat, tersimapn akal yang sehat. Meneladani, membingkai dan menyatukan. Dipentas sepak bola rakyat#SBjCup#Luwu2018#SBjCenter

Posted by AswarAnnas on Friday, 13 October 2017

Pos terkait