MEDU-ONLINE, PALOPO | Ketua Golkar Kota Palopo Dr. Ir. H. Rahmat Masri Bandaso, M.,Si didampungi istri tercintanya turun langsung menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir di Desa Marobo Kelurahan Salu Battang, Kecamatan Telluwanua, Senin 10 Oktober 2022.
Didampingi ketua Ikatan Istri Partai Golkar atau IIPG, Hj Nurlinda S. Rahmat, S.E., MM.
Turut serta Hj Idaria HM Jaya tidak luput pula Kalvina Veronica, SE tergabung dalam Perempuan Golkar Bersatu.
Ketua Golkar Kota Palopo Dr. Ir. H. Rahmat Masri Bandaso, M.,Si menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi yang dialami masyarakat.
“Kita mengupayakan agar kedepan situasi ini bisa ditangani dengan baik, yang terpenting saat ini bagaimana kebutuhan-kebutuhan yang mendesak bagi masyarakat terdampak banjir ini bisa ditangani.”
Bantuan yang dibawa oleh ketua Golkar kota Palopo berupa air mineral, mie instan dan makanan siap saji untuk langsung disantap para korban.
Camat Telluwanua: Bantuan dari Pemkot Sudah Disalurkan, Ada 500 KK Terdampak
Banjir dalam sepekan terakhir ini melanda sedikitmya tujuh kelurahan di Kecamatan Telluwanua.
Mulai dari Kelurahan Batu Walenrang, Mancani, Jaya, Maroangin, Pentojangan, Salu Battang, hingga Sumarambu.
Banjir terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah yang disebutkan tersebut, Sabtu (8/10/2022) malam.
Khusus di Salubattang, debit air masih tinggi hingga Minggu (9/10/2022) sore.
Sementara di enam kelurahan lain, air meluap hanya beberapa jam.
Air mulai surut bersamaan dengan redanya hujan.
Camat Telluwanua Andi Baso Akbar mengatakan ada sekitar 500 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir ini.
“Ada sekitar 500 KK yang terdampak banjir,” kata Andi Baso, Minggu (9/10/2022).
Ia membenarkan air masih merendam rumah warga di Kelurahan Salubattang.
Ketinggian air ada yang mencapai dada orang dewasa.
“Beberapa masyarakat dievakuasi ke rumah ibadah dan rumah warga yang masih aman dari banjir,” katanya.
Tidak hanya merendam permukiman, banjir juga merendam ratusan hektare lahan persawahan warga.
“Untuk di Kecamatan Telluwanua, ada sekitar 650 hektare lahan persawahan terdampak, sekitar 300 hektare diantaranya terancam gagal panen,” tuturnya.
Pihaknya mengaku telah melakukan upaya untuk memenuhi kebutuhan warga pasca banjir.
“Kita siapkan makanan siap saji dan air mineral untuk warga karena rata-rata warga dapurnya terendam,” pungkasnya.
(rls)