Waduh, di Riau Ada Kampus Milik Anggota DPD-RI yang Diduga Melakukan Berbagai Pemalsuan Berkas Administrasi

  • Whatsapp

“STAI Al-Azhar Pekanbaru Melakukan Pembohongan Publik, Padahal Institusi Tersebut Berbasis Sekolah Keagamaan”

 

PEKANBARU, MEDIADUTAONLINE.com — Melansir dari Pemberitaan salah satu Media Nasional, atas nama Kabar Daerah Riau, bahwa pada hari Rabu (4/4/2018) yang lalu, yakni tepatnya pada pukul 16.20 WIB telah terjadi kegaduhan di Lingkungan Kampus STAI Al-Azhar Pekanbaru, dikarenakan ada beberapa mahasiswa semester akhir yang merasa ditipu, karena pada saat mendaftar di kampus tersebut, para mahasiswa yang bersangkutan memperoleh informasi terkait dengan Status Akreditasi Kampus.

Adapun informasi yang diberikan ialah, bahwa pihak pimpinan Kampus STAI Al-Azhar Pekanbaru menyatakan kampus tersebut Akreditasi B, padahal apabila merujuk dengan SK BAN-PT nomor 925/SK/BAN-PT/Akred/PT/VIII/2015 tanggal 29 Agustus 2015, ternyata Kampus tersebut hanya Akreditasi C.

Informasi dari Syahroni Siregar selaku mantan Ketua BEM STAI Al-Azhar Pekanbaru dua periode, bersama dengan Johan, rekannya yang merupakan mahasiswa semester 8, mengatakan bahwa praktek seperti ini sudah lama dilakukan oleh pihak kampus.

“Hingga tahun 2018 ini, STAI Al-Azhar Pekanbaru, telah berulangkali melakukan Pembohongan Publik kepada seluruh para peserta didik, kalau tak percaya coba lihat bukti-bukti Brosur Promosi yang telah beredar kemana-mana” kesal Roni sapaan akrab dari Mahasiswa STAI Al-Azhar Pekanbaru tersebut.

Ditambahkan Roni, bahwa sampai-sampai Pembohongan Publik itu juga dibuat melalui Kop dan Stempel Surat Resmi dari pihak kampus. “Bayangkan saja, Status Akreditasi Jurusan dijadikan Status Kampus STAI Al-Azhar, sungguh sangat keterlaluan” ungkap Johan.

Melalui Aksi Demonstrasi tersebut, Mahasiswa mendesak agar pihak-pihak yang berwenang untuk Segera melakukan Audit  tentang Akreditasi.

“InshaAllah, dalam waktu dekat ini kami akan mempersiapkan segala sesuatunya, baik itu data-data yang berkaitan dengan persoalan tersebut maupun bukti-bukti seperti Contoh Brosur Promosi dan yang lain sebagainya, Kalau sudah lengkap kami segera Melaporkan pihak Pimpinan Kampus, dalam hal ini adalah Ibunda yang katanya ‘terhormat’ yakni Dr Hj Maimanah Umar MA selaku Ketua STAI Al-Azhar sekaligus Ketua Yayasan Masmur Daerah Riau.

Kami katakan yang terhormat, karena beliau itu juga menjabat sebagai Anggota DPD-RI, senator republik Indonesia yang tidak semestinya melakukan praktek-praktek hina seperti ini.

“Jujur, kalau kami tahu Kampus Al-Azhar Pekanbaru hanya sekedar memiliki Akreditasi C, kami tak akan mungkin Kuliah disini” tegas Roni.

Larshen Yunus Aktivis Riau
Keterangan Foto : Kertas Akreditasi Yang Dikeluarkan BAN-PT, Terhadap Status Kampus STAI Al-Azhar Pekanbaru Yang Ternyata ber-Akreditasi C.

Atas hal tersebut, Jurnalis www.riau.kabardaerah.com langsung segera mengunjungi Kampus STAI Al-Azhar dan mendapati Dua Unit Piagam Akreditasi yang tepajang di atas papan pengumuman khusus Dosen yang mencantumkan bahwa Kampus tersebut Akreditasi B, padahal itu merupakan Akreditasi dari Program Studi Pendidikan Agama Islam.

Bahkan, yang paling mengerikan lagi, kami juga mempertanyakan tentang Status dan Keberadaan dari Peserta Didik yang berprofesi sebagai Guru PNS/ASN.

“Diketahui bahwa mereka bisa memperoleh Kenaikan Pangkat atau Sertifikasi Guru dengan Menggunakan Ijazah Kampus yang be-Akreditasi B, padahal kenyataannya STAI Al-Azhar Pekanbaru hanya ber-Akreditasi C.

“Sudah jelas Kampus STAI Al-Azhar itu Akreditasi C, kok bisa-bisanya para Guru tersebut naik pangkat, bukan hanya pihak Pimpinan Kampus saja, Tim Seleksinya juga akan kami telusuri, baik itu di Dinas Pendidikan, Kemenag Provinsi Riau maupun ke Kantor Kemenristek-RI” pungkas Roni, dalam Pernyataan Persnya.

Sampai berita ini diturunkan, Jurnalis www.riau.kabardaerah.com hanya menerima sebahagian berkas dari permasalahan ini, infonya Aksi Demonstrasi tersebut akan kembali dilakukan dengan jumlah yang lebih banyak lagi.

“InshaAllah Ratusan Masa dari Mahasiswa-Mahasiswi akan meminta Pertanggungjawaban dari pihak Pimpinan Kampus STAI Al-Azhar Pekanbaru” akhir Roni dan Johan, seraya meninggalkan Ruang Rapat Pimpinan Yayasan.  *******Yunus

 

Sumber : www.riau.kabardaerah.com/ Kabar Daerah Riau News

 

 

Pos terkait